oleh

BPJN Sebut Tanah Clay Shale Pemicu Longsor

-Totabuan-55 views

METRO, Boltim- Kondisi tanah di ruas jalan Buyat-Molobog Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sangat mengkhawatirkan. Terlebih dibeberaa titik rawan longsor. 

Menurut, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Sulawesi Utara (Sulut) diwilayah Boltim Rudy Waani MT dan PPK Leopald Wangania MT, hasil penelitian pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XI di beberapa titik ruas jalan yang sering terjadi longsor didapati karakteristik tanah jenis Clay Shale atau lempung, yang ketebalannya mencapai 27 meter. 

Dampaknya, ketika hujan, lapisan Clay Shale menjadi berbubur hingga mengalami pergeseran tanah/longsor berat. 

“Jenis tanah di Boltim Clay Shale akibatnya tanah bergeser atau longsor,” terang Rudy kepada METRO di Buyat baru-baru ini. 

Kasus demikian sering terjadi di ruas jalan Togit-Dodap. Kerusakan badan jalan sangat parah, karena mengandung lapisan Clay Shale. 

Sebab itu, kata Rudy, tahun anggaran ini pembangunan jalan Togit-Dodap menggunakan konstruksi Borepile atau pemasangan tiang pancang. 

“Proyek ini menghabiskan puluhan miliar,  dipastikan akan selesai tahun anggaran 2018 ini. Bersamaan juga beberapa titik ruas jalan Buyat-Kotabunan, longsor yang nyaris memutuskan badan jalan akan diatasi dengan pengerukan penurunan badan jalan serta cuttingan tebing,” terang Rudy diiyakan Leopald. 

Mereka berharap, terungkapnya lapisan tanah Clay Shale hasil pekerjaan proyek pun benar-benar terjamin kualitasnya. 

Penulis: Erwin Winerungan