oleh

GMIM Pinaesaan GPI Diresmikan

Arina: GMIM Adalah Gereja yang Sehat

METRO, Manado– Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pinaesaan Griya Paniki Indah (GPI) diresmikan pada Minggu (09/09) kemarin. Gereja ini diresmikan langsung Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey bersama Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt DR Hein Arina.

Agenda pertama adalah meresmikan gedung gereja tersebut, bersama Gubernur Olly Dondokambey. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Olly dan Pdt Arina. Dilanjutkan menekan tombol plang tirai bertuliskan GMIM Pinaesaan. Setelah gunting pita, Pdt Arina menahbiskan gedung berlantai dua tersebut, sekaligus ibadah peryaan Hari Pengucapan Syukur Kota Manado. 

Dalam khotbahnya, Pdt Arina mengatakan bahwa GMIM adalah gereja yang sehat.

“Karena GMIM sungguh-sungguh bergantung pada roh kudus dan memuliahkan Tuhan,” tuturnya.

“Kepala gereja adalah Yesus Kristus. Itu tujuan kita. Jadi itu yang membuat GMIM menjadi gereja sehat,” sebut Pdt Arina.

Pdt Arina juga menjelaskan terkait membership warga GMIM.

“Saat ini terbagi di 125 wilayah, 977 jemaat. Penatua dan syamas hampir 24.000, BIPRA 2.000, pendeta 2.500 ditambah guru agama. Jika semua ini berdoa, maka mujizat akan terjadi di tanah Minahasa,” ucapnya.

Pdt Arina mengaku bahwa hampir setiap minggu dirinya melaksanakan pentahbisan gedung gereja dan pastori.

“Pentahbisan gereja ini menunjukan kita (GMIM, red) sehat,” ujarnya.

“Semoga di gereja ini, generasi terus berjalan dan anak-anak kita bisa melayani,” harap Pdt Arina.

Sementar, Gubernur Olly Dondokambey mengapresiasi megah dan indahnya gereja tersebut.

“Gedung gereja ini sejuk. Atapnya sama seperti mall. Ada langit-langitnya. Memang perlu kesejukan untuk beribadah,” sebut Olly saat memberikan sambutan.

Agar pelayanan di GMIM Pinaesaan GPI terus berjalan dengan baik, Olly menyumbangkan lonceng gereja. Bahkan, Olly memberikan juga bantuan dana Rp 25 juta.

“November loncengnya sudah menuju ke sini,” katanya.

Peresmian gedung gereja ini benar-benar terasa kebersamaan antar jemaat. Dimana, masing-masing kolom membawa makanan ke gereja dan makan bersama. Tidak hanya itu, guna menjaga kemanan dan kenyamanan beribadah, sejumlah umat Islam di wilayah GPI ikut membantu dengan mengatur arus lalu lintas. 

Penulis: Yinthze Lynvia Gunde

Komentar