Dada Tertancap Pisau, Tukang Ojek Kawiley Tewas

Tersangka Piere saat diamankan polisi

METRO, Airmadidi – Peristiwa berdarah kembali terjadi di Kabupaten Minahasa Utara. Kali ini lelaki Jhoni Jojon (31) warga Desa Kawiley Kecamatan Kauditan yang kesehariannya sebagai tukang ojek tewas ditikam lelaki PT alias Piere (27) warga yang sama, Kamis (06/12/2018) dinihari sekitar pukul 03.30 WITA di Desa Kawiley.

Sebagaimana informasi yang dirangkum di Polsek Kauditan peristiwa naas itu bermula ketika tersangka yang sehari-hari sebagai operator alat berat tersebut melihat ada ribut-ribut di tempat yang biasanya warga nongkrong.

“Saya baru dari rumah Keluarga Febri Pangemanan melihat ada orang ribut-ribut dan saya mendatangi tempat tersebut. Di tempat itu ternyata korban dan beberapa anak muda lainnya sedang bertengkar. Saya maksud untuk melerai namun saat itu saya malah mendapat pukulan mengenai mulut saya,” aku tersangka saat dimintai keterangan Kanit Reskrim Polsek Kauditan Aiptu Akson Dongala.
Setelah menerima pukulan, tersangka langsung pulang ke rumah untuk mengambil pisau dan kembali ke lokasi keributan.

Baca Juga :  Naik Andong, Jokowi Hebohkan Malioboro

“Setelah tiba di lokasi kejadian saya langsung mencabut pisau untuk menakut-nakuti orang-orang yang bertengkar itu. Saat itu Korban yang sudah dalam keadaan mabuk kemudian merapat dan memegang tangan kanan saya yang memegang pisau,” ungkap tersangka Piere.

Korban dan tersangka pun terlibat aksi saling dorong hingga 30 meter dari kerumunan tadi. Saat itu keduanya hilang keseimbangan dan jatuh di selokan alias got. Rupanya saat jatuh itu korban tertindih tubuh tersangka yang memegang pisau.
“Sempat dorong-mendorong dan terjatuh di dalam got. Korban di bagian bawah, sedangkan saya ada atas. Pada saat itu pisau yang saya pegang tertusuk di dada sebelah kiri korban,” tuturnya.

Baca Juga :  Dua Mahasiswa UNPI Tertipu Tawaran Beasiswa Palsu

Keduanya kemudian kembali berdiri dari selokan. Saat itu Tersangka melihat korban mencabut pisau yang menancap di dadanya. Setelah itu korban dalam kondisi kritis berusaha merayap ke seberang jalan.
“Saya langsung membawa korban ke Rumah Sakit Hermana Lembean dengan menggunakan mobil bersama Richard Mokalu dan Seva,” papar tersangka kepada polisi.

Sayangnya setiba di rumah sakit nyawa korban tak tertolong lagi. Korban tewas dengan luka penganga di bagian dada kiri.

Baca Juga :  Sumendap: Bilang Kamari, Kita Strom Pa Dorang

Kapolres Minut AKBP Alfaris PAttiwael SIK MH melalui Kapolsek Kauditan Muhammad Maulana Miraj S.IK ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Tersangka sudah kami amankan dalam waktu lima jam setelah kejadian. Korban sudah dilakukan otopsi,” tegas Kapolsek.(RAR)

Bagikan sekarang...

Berita Terbaru