oleh

Hari Ini Dilantik, JG-KWL Diwariskan Sejumlah Masalah

Joune Ganda dan Kevin William Lotulung.

 

METRO, Airmadidi – Setelah tertunda selama 9 hari, akhirnya Jumat (26/02/2021) hari ini Joune Ganda SE dan Kevin William Lotulung SH MH (JG-KWL) dilantik oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE sebagai bupati dan wakil bupati Minahasa Utara. Uniknya bupati dan wakil bupati pilihan masyarakat dalam Pilkada 2020 ini langsung diperhadapkan dengan sejumlah masalah.

Sejumlah permasalahan warisan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Bupati Vonnie A Panambunan dan Wabup Ir Joppi Lengkong antara lain soal utang kepada pihak ketiga atau kegiatan yang belum terbayar pada 2020 dan dibenankan pada APBD 2021.

Kemudian masalah APBD 2021 karena sejumlah anggaran penting yang tidak terinput dalam sistem. Anggaran yang tidak terinput antara lain honor Tenaga Harian Lepas (THL) guru Rp 4,2 miliar, dana bantuan untuk partai politik, dana duka, anggaran bantuan UMKM Rp 6,7 miliar dan anggaran untuk media massa Rp 3,9 miliar. Belum lagi sejumlah anggaran di beberapa SKPD yang tidak terinput. Masalah APBD 2021 juga berimbas pada keterlambatan penggunaan anggaran yang sampai saat ini masih tersendat.

Masalah lainnya yaitu Tuntutan Ganti Rugi (TGR) anggaran penanganan Covid-19 tahun 2020 sebesar Rp 61 miliar. Pasalnya yang disetorkan dari TGR itu baru berjumlah Rp 221 juta. Selain itu juga masalah aset baik itu berupa tanah dan kendaraan dinas yang semerawut dalam penataan. Bahkan hingga kini dari 53 kendis yang akan ditarik dari bukan pegawai masih ada sejumlah yang belum dikembalikan.

Sehingga dipastikan Bupati dan Wakil Bupati JG-KWL pada awal masa pemerintahannya akan terkonsentrasi pada penyelesaian masalah-masalah tersebut.

Ketua DPRD Minut Denny Lolong SSos mengakui banyaknya masalah yang diwariskan pemerintahan sebelumnya. “Terlalu banyak masalah yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya. Anggaran-anggaran yang tidak terinput itu karena SKPD hanya memikirkan diri sendiri tanpa memperdulikan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat. Bupati dan Wakil Bupati baru saatnya memperbaiki dan maju ke depan untuk Minut lebih maju lagi dibawah pimpinan Jone Ganda dan Kevin William Lotulung,” tegas Lolong.

Sementara itu anggota DPRD Minut Stendy Rondonuwu meminta pemerintah kabupaten agar permasalahan ini dijadikan bahan untuk mengevaluasi kinerja SKPD.

“Kami meminta SKPD yang sengaja tidak menginput anggaran-anggaram ini untuk dievaluasi oleh Bupati dan Wakil Bupati baru,” tukas Rondonuwu.

Secara terpisah aktivis Minut William Simon Luntungan mengungkapkan untuk menunjang program 100 kerja Kabinet JG-KWL tentunya akan terhambat dengan APBD 2021 yang bukan produk pemerintahan baru, disclaimer sudah hampir pasti. “Begitu juga permasalahan aset yang harus segera diselesaikan oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Tetapi sebagai salah satu warga Minut yang mendukung, saya optimis kedua figur muda ini mampu menyelesaikan semua permasalahan yang ada,” tutur Luntungan.

Lanjutnya tugas pertama memang harus evaluasi SKPD untuk meningkatkan kinerja Kabinet Pemerintahan yang baru. “Seluruh SKPD wajib meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat bukan cuma rajin cari muka kepada Bupati dan Wakil Bupati yang baru. Hilangkan budaya saling sikut untuk mendapat perhatian dari Bupati dan Wakil Bupati. Serta tunjukkan kualitas kinerja,” pungkas Luntungan.

Aktivis Minut Donald V Rumimpunu berharap kepemimpinan JG-KWL bisa mengatasi permasalahan-permasalahan warisan pemerintahan sebelumnya. “Kami berharap kepimpinan JG-KWL bisa berkaloborasi bangun hubungan baik dan mencari jalan keluar dari permasalahan-permasalahan sebelumnya. Bupati dan wakil bupati bisa saja terganti, tetapi jajaran pemerintahan yang ada harus tetap jalan, karena kepentingan masyarakat yang paling terutama,” pungkas Rumimpunu.(RAR)

 

Komentar