oleh

Jenazah Coach Leo Soputan Tiba di Manado

Tim Sulut United Gelar Penghormatan Terakhir di Stadion Klabat

JENAZAH Akira Leonardo Soputan, Selasa (20/04) pagi tiba di Manado. Sebelum menuju Rumah Duka di Kalasey Minahasa, jasad Asisten Pelatih Sulut United terlebih dahulu dibawa ke Stadion Klabat Manado tepatnya di depan Banch Pemain, tempat almarhum biasanya memberikan komando bagi para pemain yang bertanding.

Selain skuad Sulut United dan pihak manajemen, hadir juga sejumlah pelaku olahraga sepakbola, mantan pemain serta suporter bersama jurnalis peliput olahraga. Kendati tidak berlangsung lama, tapi prosesi Penghormatan terakhir berlangsung khusuk. Sebab, dari pinggir lapangan terbentang sebuah spanduk bertuliskan Rest In Peach Coach Akira Leo Soputan yang diusung para pemain Sulut United.

Selanjutnya, dari unsur Manajemen Sulut United meletakkan Kaos Nomor 3, yang bertuliskan nama almarhum. Suasana sedih ditandai linangan air mata ketika sebuah lagu secara bersamaan dilantunkan oleh para pemain dari sisi Ambulans yang membawa almarhum dari Bandara Sam Ratulangi.

Penghormatan terakhir bagi Almarhum yang mengorbit sebagai pemain handal dari Stadion Klabat Manado tidak hanya berlangsung di sisi lapangan. Pasalnya, ketika iring iringan ambulance masuk dan keluar dari lapangan tempat almarhum dibesarkan bersama Skuad Persma Manado hingga Tim PON Sulut peraih medali perunggu Tahun 1996,ratusan suporter dan warga sekitar stadion berbaris sambil melepas kepergian almarhum Akira Leo Soputan.

Sebelumnya, Manajemen Sulut lewat rilis kepada sejumlah media peliput olahraga menyebutkan jika Almarhum sempat hadir dalam beberapa kesempatan persiapan tim menghadapi musim musim kompetisi 2021. Namun karena kendala kesehatan, almarhum berangkat ke Jakarta didampingi isteri dan anak-anaknya guna melakukan perawatan.

“Tapi, ternyata Tuhan Yang Maha Kuasa punya rencana lain dalam kehidupan almarhum Coach Leo Soputan, beliau menghembuskan nafas terakhir pada Senin, 19 April 2021 pukul 04.00 WIB di kediaman almarhum di Tangerang, Provinsi Banten,” bunyi pernyataan manajemen Sulut United.

“Kami merasa sangat kehilangan Coach Leo, dedikasi dan tanggung jawab beliau dalam menjalankan tugas selama 2 tahun di Sulut United sungguh amat luar biasa, sosok tegas, disiplin dan tanpa kompromi beliau menjadi panutan bagi seluruh anggota tim yang lain,” ujar CEO Sulut United FC, Bima Sinung Widagdo.

“Peran Coach Leo dalam merintis dan berkembangnya Sulut United selama ini amat sangat besar dan signifikan, beliau juga menjadi faktor perekat bagi seluruh elemen Sulut United. Selamat jalan Coach Leo!! We love you but God loves you more,” imbuh Bima.

Disisi lain, Manajer Tim Sulut United, Muhammad Ridho juga menyatakan duka mendalam atas berpulangnya Almarhum Leo Soputan. “Kaminsangat kehilangan almarhum baik sebagai rekan kerja maupun secara pribadi, kami kehilangan sosok yang tegas, sosok yang punya leadership dan kedisiplinan yang tinggi,” kata Ridho.

“Beliau mampu memberi motivasi berlipat ketika dipinggir lapangan kepada pemain. Selamanya, semangat dan sosok Coach Leo ada di hati kami, Sulut United. Selamat Jalan, Coach!,” lanjut Ridho penuh kesedihan.(dni)

Komentar