Kuota Pupuk Subsidi di Minahasa Tak Sesuai Kebutuhan

METRO, Tondano- Pasokan pupuk di minahasa sangat sulit ditemukan.Dampak kelangkaan pupuk tersebut bakal berakibat pada makin banyaknya lahan yang akan menjadi lahan tidur serta berpotensi hasil panen seluruh tanaman akan berkurang.

Untuk kuota pupuk di minahasa sendiri menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa lewat sekretaris Dinas Ronald Rundengan saat dialog dengan wartawan, Jumat (11/06) mengatakan kebutuhan pupuk bersubsidi berjumlah 4 ribu ton namun kenyataan yang dikirim tidak mencapai kuota yang dimaksud.

“Kita perlukan ada 5 jenis pupuk dengan kuota 4 ribu ton, namun yang didapat tidak mencapai setengah, memang permasalahan pupuk ini sudah menjadi permasalahan nasional, ” kata Rundengan.

Bahkan lanjut Sekdis, kios penyalur pupuk baik yang bersubsidi maupun non subsidi terkadang kewalahan dengan penyediaan pupuk tersebut.” Minahasa ada 29 kios penyalur namun sudah ada 1 kios yang mundur karena pengurusan administrasinya sangat sulit,” ujarnya.

Penerima pupuk bersubsidi dari pemerintah ternyata hanya diperuntukan bagi mereka yang sudah masuk dalam kelompok tani dan terdata dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDKK).

“Yang dilayani oleh kios penyalur adalah mereka yang jadi anggota kelompok tani dan sudah ada RDKK. Kalau tidak maka tidak akan mendapat.Kalau ada kios yang menjual pupuk nonsubsidi kepetani yang tidak ada di RDKK maka pemilik kios itu akan kena TGR, ” jelasnya.

Namun permasalahan lain dialami petani yang tidak masuk dalam satu kelompok tani, dimana mereka harus berusaha mencari pasokan pupuk walaupun dengan harga mahal.

“Memang sangat terasa bagi petani yang mengarap sendiri dan tidak masuk dalam RDKK, mereka harus membeli pupuk dengan harga mahal dibanding harga pupuk yang bersubsidi.Tapi pemerintah tetap mencari solusinya, Sekarang sementara diupayakan pembentukan 300 lebih kelompok tani dan hampir 4 ribu petani masuk dikelompok tani itu,dan mendapat kartu tani,” harap Rundengan.

Sementara untuk kelompok tani yang nakal, dinas pertanian minahasa dalam waktu dekat bakal melakukan razia dengan menggandeng instansi terkait.

“Sudah masuk informasihnya ke kami,dimana ada kelompok tani yang nakal dan menjual pupuk dengan harga mahal.Kita akan membentuk tim, didalamnya tergabung instansi terkait mulai dari Dinas Perdagangan, Pihak Kepolisian dan Dinas Pertanian untuk merazia kesetiap kelompok tani Minahasa terkait penjualan pupuk pungkasnya, “pungkasnya.(38)

Komentar