oleh

Tujuh Tikaman Bersarang di Tubuh Pemuda Winenet

METRO, Bitung- Peristiwa berdarah terjadi di depan Kantor Bank SulutGo Cabang Bitung. Duel antara dua pemuda berujung insiden penikaman yang nyaris merenggut nyawa. Peristiwa ini dipicu oleh rasa cemburu dari salah satu pihak.

Informasi dirangkum menyebutkan, kasus penikaman ini terjadi pada Senin (13/09) sekitar pukul 00.30 WITA. Lelaki MT alias Marko, warga Kelurahan Madidir Unet, Kecamatan Madidir, menikam pemuda bernama Rizky Bau yang tercatat berdomisili di Kecamatan Aertembaga, tepatnya di Kelurahan Winenet Satu.

Kasus ini dipicu kecemburuan Rizky yang mendapati istrinya berbalas pesan via WhatsApp Messenger dengan Marko. Dia pun mengambil alih ponsel istrinya dan menegur pemuda tersebut.

Belakangan, dua orang itu terlibat adu argumen karena Marko menolak disalahkan. Dia beralasan istri Rizky yang lebih dulu mengirim pesan kepadanya. Alhasil, dua pria berusia 23 tahun ini memutuskan bertatap muka untuk menyelesaikan persoalan itu.

Hasilnya pun mudah ditebak. Bukannya menyelesaikan masalah dengan baik, Rizky dan Marko malah terlibat adu jotos. Rizky lebih dulu melayangkan pukulan karena kadung kesal dengan sikap Marko.

Nah, dalam situasi itulah Marko menikam Rizky. Dia mencabut pisau sangket dan melepaskan tikaman berkali-kali ke arah tubuh pemuda tersebut. Tercatat ada tujuh tikaman yang mengenai bagian dada, perut, lengan dan punggung Rizky.

Beruntung, meski tubuhnya ‘mandi’ tikaman, Rizky tak sampai meregang nyawa. Usai kejadian dia langsung dibawa ke rumah sakit dan hingga saat masih menjalani perawatan.

Kasubag Humas Polres Bitung AKP Hermanses Katiandagho membenarkan perihal insiden itu. Ia menyampaikan jika Marko sudah ditangkap tak lama setelah kejadian.

“Iya, pelakunya sudah diamankan Tim Tarsius Polsek Maesa,” ujarnya.

Marko kata Hermanses, tak menampik perbuatannya. Kepada petugas pemuda itu mengakui telah menikam Rizky.

“Pelaku juga sudah mengakui perbuatannya. Dan oleh penyidik dia dikenakan Pasal 351 KUHP serta Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” pungkasnya.(69)

Komentar