BPS Lakukan Sensus Regsosek, Jadi Data Rujukan Bantuan Sosial

Ekonomi590 views

METRO, Manado- Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan pendataan awal registrasi sosial ekonomi (Regsosek) pada tanggal 15 Oktober hingga 14 November 2022.

Regsosek adalah pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial ekonomi, dan tingkat kesejahteraan. Data ini nantinya akan dipakai untuk program kesehatan, kewirausahaan, program investasi dan pasar kerja.

Informasi yang akan dikumpulkan petugas sensus berupa kondisi sosial ekonomi dan demografis, kondisi perumahan dan sanitasi air bersih, kepemilikan aset, kondisi kerentanan kelompok penduduk khusus, informasi geospasial, tingkat kesejahteraan, dan informasi sosial ekonomi lainnya.

Kepala BPS Sulawesi Utara, Asim Saputra mengatakan, Regsosek adalah kegiatan sensus untuk menyediakan sistem dan basis data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan serta basis data lainnya.

“Data kondisi ekonomi seluruh penduduk akan membantu pelaksanaan program pemerintah sehingga berjalan efektif,” ujar Asim, pada kegiatan Rakorda penguatan strategi lapangan Regsosek, di aula Kantor Gubernur Sulut, Kamis (6/10) siang.

Regsosek, menurut Asim terintegrasi dengan beberapa jenis data dan dapat dimutakhirkan oleh berbagai pihak untuk mewujudkan satu data Indonesia. Dalam pelaksanaannya, diperlukan koordinasi dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam mewujudkan penyediaan statistik yang berkualitas untuk pendukung pembangunan pada aspek sosial dan ekonomi.

“Data registrasi sosial ekonomi ini ditujukan untuk membangun basis data sistem perlindungan sosial (Perlinsos, red) dan pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Data ini, lanjut Asim akan menjadi data rujukan untuk semua bantuan, tidak hanya untuk bantuan bagi warga miskin tapi semua bantuan yang melibatkan kebutuhan masyarakat, diantaranya untuk UMKM, penyandang disabilitas dan pegiat agama.

“Data ini akan menjadi sumber dari basis data untuk perlindungan sosial nanti,” kata Asim.

Sebagai data rujukan Perlinsos, maka kata Asim Regsosek nanti menjadi data rujukan untuk semua jenis bantuan yaitu bantuan bagi warga miskin, UMKM, penyandang disabilitas, serta para pemuka dan pegiat agama.

Asim mengatakan, pemerintah sudah memberikan banyak bantuan sosial di berbagai kementerian saat pandemi Covid-19 maupun kenaikan BBM. Bantuan-bantuan ini dianggap belum sepenuhnya efektif untuk menanggulangi berbagai masalah di masyarakat.

“Pada masa pandemi misalnya banyak masyarakat yang terdampak pandemi, tetapi tidak tercover akan tetapi program-program bantuan ini belum meng-cover semua penduduk,” serunya.

Registrasi sosial ekonomi lanjut Asim salah satunya bertujuan untuk menghadirkan semua warga agar masuk di dalam sistem registrasi untuk perlindungan sosial.

“Pengalaman selama ini di dalam data bantuan sosial misalnya seperti DTKS masih sering dijumpai ada penduduk yang tidak pernah mendapatkan bantuan padahal dia sangat layak. Kami bertekad lewat Regsosek tidak ada satu orang pun terlewati,” tutur Asim.

Dia berharap data Regsosek ini kita bisa menjadi data tunggal untuk semua kegiatan perlindungan sosial. “Oleh karenanya nanti data ini harus kita jaga tidak boleh lagi data itu setelah dikumpulkan terus berlalu begitu saja,” pungkasnya.(71)

Komentar