BPJS Ketenagakerjaan Optimis Capai 70 Juta Peserta Aktif di 2026

Ekonomi190 views

METRO, Manado- Data BPJS Ketenagakerjaan mencatat hingga September 2022, total jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sebesar 35,6 juta orang. Dari angka tersebut, 4,6 juta diantaranya merupakan pekerja berstatus bukan penerima upah (BPU) atau pekerja informal.

Dalam keterangan tertulis yang diterima METRO, pihak BPJS Ketenagakerjaan menerangkan bahwa banyaknya pekerja BPU yang belum terdaftar sebagai peserta disebabkan karena masih kurangnya pemahaman mereka terkait pentingnya perlindungan jaminan sosial. Selain itu mayoritas beranggapan bahwa BPJS Ketenagakerjaan hanya diperuntukkan bagi pekerja formal seperti pekerja kantoran.

Menyikapi hal tersebut, BPJS Ketenagakerjaan melaunching sebuah strategi komunikasi baru dengan mengusung tema “Kerja Keras Bebas Cemas”. Strategi ini secara resmi diperkenalkan oleh Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo lewat sebuah drama musikal yang menggambarkan kegelisahan para pekerja saat mengalami kecelakaan kerja serta perjuangan mereka untuk meraih masa depan yang sejahtera.

Gelaran ini sekaligus dijadikan momentum untuk kembali menegaskan bahwa seluruh pekerja berhak atas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Negara melalui BPJAMSOSTEK hadir untuk memastikan setiap pekerja Indonesia, apapun profesinya, apapun yang anda kerjakan, anda berhak untuk sejahtera, anda berhak untuk dilindungi,” ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo.

Dijelaskannya, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan hingga akhir tahun 2026 akan memiliki 70 juta peserta aktif. Anggoro optimis mampu memecahkan target tersebut menggunakan berbagai strategi. “Salah satunya pendekatan langsung kepada setiap sektor pekerja BPU seperti nelayan, petani, pedagang maupun profesi lainnya,” kata Anggoro.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan yang diwakili oleh Subchan Gatot turut memperkuat komitmen Direksi dalam melindungi lebih banyak pekerja BPU.

“Program ini memang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat luas karena memang masyarakat kita mayoritas bekerja di sektor informal,” katanya.(71)

Komentar