Dinkes Minut Sidak Apotek dan Toko Obat, Antisipasi Penyebaran Obat Sirup

METRO, Airmadidi- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dr Stella M. Safitri M.Kes memimpin Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah apotek terkait antisipasi penyebaran obat jenis sirup, Jumat (21/10) pekan lalu.

Dari Sidak di apotek dan toko menurut Safitri tidak ditemukan adanya obat jenis sirup yang dijual. “Di Alfamart, Indomaret serta Kimia Farma sudah tidak ada. Meskipun saat sidak lalu, masih ada apotek-apotek yang baru membenahi stok obat sirup dari pajangan,” terang Safitri, Minggu (23/10).

Menurut Safitri, berdasarkan hasil pengawasan, apabila ditemukan pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Obat dan Bahan Obat, BPOM memberikan tindak lanjut hasil pengawasan berupa pembinaan teknis dan/atau sanksi administratif.

Tindak lanjut sanksi administratif dapat berupa peringatan, peringatan keras, penghentian sementara kegiatan/pelayanan kefarmasian. “Sebab kewenangan izin pelayanan kefarmasian itu ada pada Kemenkes melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Tentu rekomendasi dari BPOM terhadap sarana yang masih menjual obat yang sudah dinyatakan tidak memenuhi standar akan ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota,” ujar Safitri.

Lanjut Safitri, Dinkes Minut juga telah mengeluarkan edaran yang ditujukan kepada pimpinan dan apoteker penanggungjawab apotek/toko obat/instalasi farmasi rumah sakit/klinik. Yaitu untuk sementara waktu tidak mendistribusikan dan menjual obal dalam bentuk sediaan sirup untuk segala usia kepada masyarakat, sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hal ini merupakan tindak lanjut surat dari Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI nomor SR. 01.05/11/3461/2022 tanggal 18 Oktober 2022 perihal Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal.

Diketahui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini melarang penggunaan obat sirup. Hal ini terkait adanya temuan kasus gagal ginjal akut yang yang mayoritas menyerang anak-anak.(vic/kg)

Komentar