DPRD Minahasa Rancang Perda Pengendalian Miras

METRO, Tondano- DPRD Minahasa tengah merancang Peraturan Daerah (perda) pengendalian minuman beralkohol alias miras di dalamnya minuman tradisional cap tikus. Ranperda yang tengah di bahas itu diharapkan segera selesai sehingga bisa memberi manfaat bagi masyarakat Minahasa.

Untuk memantapkan ranperda tersebut, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Minahasa melakukan rapat kerja bersama tim penyusunan akademik, Senin (24/10) siang diruang komisi I.

“Ranperda pengendalian minuman beralkohol di dalamnya ada minuman tradisional (cap tikus) ini merupakan perda inisiatif DPRD Minahasa. Saat ini sedang dalam pembahasan bersama tim yang menyusun kajian akademik mner Hanny Rumagit SH, MH, akademisi Unima yang merupakan pakar hukum pidana. Selanjutnya kami akan undang Kemenkumham dan Kepolisian untuk rapat bersama merumuskan ranperda ini, ” ujar Ketua Pansus pembentukan Perda inisiatif Pierre Makisanti, kemarin.

Ia mengatakan, Ranperda ini sengaja dibuat untuk kepentingan masyarakat Minahasa.Terlebih menekan angka kriminalitas dan korban akibat minuman alkohol. Apalagi, sebagian besar penjual-penjual minuman alkohol Minahasa tak berijin.

“Sehingga dengan adanya perda ini, penjualan akan lebih teratur. Perda ini perlu hadir, karena tidak lepas dari kehidupan setiap hari masyarakat Minahasa. Dasarnya untuk kepentingan masyarakat baik penjual dan konsumen, ” kata Pierre.

Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, selain harus berijin, Perda ini nantinya akan mengatur soal kader alkohol. Waktu penjualan minuman. Warung tidak bisa menjual kepada anak di bawah umur. Dan beberapa syarat lainya.

“Jadi perda ini akan mengatur ijin. Contohnya, syarat menjual kadar alkohol harus diatur sebelum dijual ke masyarakat. Tidak bisa jual kepada anak di bawah umur. Kan saat ini minunan beralkohol yang beredar tidak terkontrol. Kita tidak tau mitikusqkeras (cap tikus) kadar etanol berapa. Apakah sudah melebihi batas dan layak dikonsumsi atau tidak,” terang Piere.

Ia berharap, masyarakat tidak perlu kuatir dengan hadirnya perda ini. “Karna perda ini untuk kepentingan masyarakat karna peredarannya akan dikendalikan. Kita harapkan ranperda cepat tuntas akhir tahun ini,” terang Pierre.(bly/kg)

Komentar