Bandara Samrat Ditutup Akibat Erupsi Gunung Ruang

METRO, Manado- Erupsi Gunung Ruang berdampak ke aktivitas penerbangan di Bandara Sam Ratulangi (Samrat), Kota Manado.

Demi alasan keselamatan, pihak pengelola Bandara Samrat memutuskan membatalkan jadwal penerbangan hari ini.

Penghentian sementara Operasional Bandara Sam Ratulangi Manado akibat adanya dampak erupsi Gunung Ruang diumumkan melalui Notice to Airmen (NOTAM) A1003/24 NOTAMR A1000/24, mulai Kamis pukul 08.00 WITA sampai dengan 23.59 WITA.

“Untuk sementara Bandara Sam Ratulangi Manado ditutup,” ujar Yanti Pramono, Manager Humas Bandara Samrat, pada Kamis (18/4/2024).

Kata Yanti, pihaknya, belum bisa memastikan sampai kapan penutupan ini berlangsung. “Kami masih akan bahas dengan stakeholder terkait,” ucapnya.

Dijelaskan Yanti, dampak abu Gunung Ruang ini sebelumnya sudah terdeteksi melalui paper test yang dilakukan pihak Angkasa Pura I mulai pukul 07.00 WITA.

“Kami harus melakukan pemberhentian sementara karena alasan keselamatan penerbangan tentunya,” jelas Yanti.

Aktivitas vulkanik Gunung Ruang menunjukkan peningkatan yang signifikan pada Rabu (17/4/2024) kemarin.

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mencatat, sejak pukul 01.08 hingga 20.15 WITA terjadi empat kali erupsi.

Erupsi terbesar (eksplosif) terjadi pada pukul 20.15 WITA, dengan ketinggian sekitar 3.000 m di atas puncak yang disertai suara gemuruh dan gempa yang terasa hingga Pos Pengamatan Gunung Ruang.

Erupsi Gunung Ruang menghasilkan material berupa abu disertai lontaran batuan pijar yang mencapai jarak sekitar 5 Km di Pulau Tagulandang.(71)

Komentar