Nilai Ekspor Sulut Bulan Maret Turun Jadi 70,10 Juta Dolar

METRO, Manado- Kinerja ekspor Provinsi Sulawesi Utara pada bulan Maret 2024 mengalami penurunan sebesar 38,17 persen jika dibandingkan dengan bulan Februari 2024.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023, juga mengalami penurunan sebesar 36,19 persen.

“Nilai ekspor Sulut bulan Maret sebesar 70,10 juta dolar,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Asim Saputra, baru-baru ini.

Dijelaskan Asim, penurunan nilai ekspor dipicu oleh siklus tahunan, yang selalu turun pada bulan Maret tahun berjalan. “Nanti di bulan berikut akan tumbuh kembali,” ungkapnya.

Menurut Asim, komoditas lemak dan minyak nabati masih jadi penyumbang terbesar bagi nilai ekspor Sulawesi Utara di bulan Maret, dengan kontribusi sebesar 14,40 juta dolar atau 33,23 persen dari total ekspor.

“Pada bulan Maret 2024 terjadi penurunan share golongan ini terhadap total ekspor yaitu menjadi 33,23 persen, dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 65,40 persen,” ujar Asim.

Ia mengatakan, komoditas lemak minyak nabati Sulut diekspor ke 4 negara tujuan yaitu Tiongkok, Philipina, Kenya, dan Belanda.

“Nilai FOB ekspor dari golongan barang ini mengalami penurunan sebesar 68,58 persen daripada bulan sebelumnya,” jelasnya.

Asim menambahkan, Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar komoditas asal Sulut, dengan nilai mencapai 7,37 juta dolar, atau 17,01 persen dari total nilai ekspor.

“Adapun produk terbesar yang diekspor ke negara tersebut adalah lemak dan minyak hewani,” katanya.(71)

Komentar