FER: Menkes Harus Terbuka Soal WNI yang Dikarantina di Natuna

BAGI Ke :

Felly Estelita Runtuwene METRO, Manado- Ketua Komisi IX DPR, Felly Estelita Runtuwene, meminta Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto bersikap terbuka terkait karantina 238 Warga Negara Indonesia (WNI) di Natuna, Kepulauan Riau yang baru dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok karena merebaknya virus corona. Menurut Legislator NasDem itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harus memberikan informasi paling update secara resmi menyangkut WNI tersebut. “Agar tidak ada yang simpang siur. Kemenkes harus melakukan edukasi, supaya masyarakat tidak khawatir,” ujar Felly di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020) lalu. Anggota DPR dari dapil Sulawesi Utara itu, mencontohkan…

Selengkapnya...

Cegah Virus Corona Masuk ke Sulut, Bandara Sam Ratulangi Tingkatkan Pengawasan

BAGI Ke :

METRO, Manado- Guna menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan Udara nomor PM 80 tahun 2017, tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, maka dilaksanakan Pertemuan Komite Keamanan Bandara, bertempat di ruang rapat kantor administrasi Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, pada Kamis (23/01/2020) pagi. Dalam pertemuan ini dibahas upaya-upaya strategis yang dapat dilakukan oleh instansi terkait, dalam rangka menjaga keamanan penerbangan khususnya di bandara. Salah satu yang dibahas terkait pencegahan penyebaran virus novel corona yang tengah mewabah di Cina. Dari data yang diperoleh koran ini, diketahui bahwa kunjungan wisatawan Cina di Sulawesi Utara yang masuk…

Selengkapnya...

Antisipasi Virus Corona Baru, KKP Manado Pasang Thermal Scanner

BAGI Ke :

METRO, Manado- Sejak merebaknya virus korona baru yang menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, China, beberapa negara mulai melakukan langkah pencegahan. Salah satunya lewat pemeriksaan suhu tubuh di bandara, stasiun, maupun fasilitas publik lainnya. Di Bandara Sam Ratulangi Manado, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Manado memasang thermal scanner (pemindai suhu tubuh) untuk mendeteksi salah satu gejala pneumonia berat berupa demam dan suhu tinggi. Kepala KKP Kelas II Manado, Yohanis Patari mengungkapkan bahwa pemeriksaan suhu tubuh ini diterapkan kepada setiap penumpang perjalanan internasional baik itu wisatawan, pekerja atau lainnya, terutama…

Selengkapnya...

Pengobatan Tradisional Makatana Dalam Perspektif Teori Keperawatan Transkultural

BAGI Ke :

Oleh: Maryo Sengkeh S.Kep. Ns Pembimbing : Dr. Titih Huriah S.Kep. Ns, M.Kep, Sp.Kom BANYAK hal dalam budaya Indonesia termasuk dalam cara mereka mempercayai dan mengobati diri mereka untuk membuat hidup mereka mampu menangani sakit yang mereka alami. Sebagai contoh budaya pengobatan Minahasa Makatana, budaya minahasa sering diketahui cara dan adat yang mereka percayai untuk mengobati diri saat sakit adalah dengan pengobatan makatana. Pengobatan Makatana bukanlah hal yang asing bagi budaya minahasa, lebih dari banyak orang minahasa masih menggunakan pengobatan makatana untuk mengobati sakit mereka sampai saat ini. Mereka mempercayai…

Selengkapnya...

Level Kompetensi Perawat Profesional berdasarkan Teori Keperawatan Patricia Benner

BAGI Ke :

Oleh: Ns.Hanny Mokorimban,S.Kep, Dr.Ns. Titih Huriah,S.Kep,M.Kep.Sp.Kom BENNER melihat keperawatan sebagai hubungan yang didasarkan  pada caring dalam berbagai situasi dan kondisi yang memungkinkan dan menjadi perhatian.   Ilmu keperawatan sebagai panduan melalui seni dan etik dari pelayanan dan tanggung jawab. Perawat mempromosikan penyembuhan melalui pelayanan kepada pasien dalam mempertahankan hubungan manusia. Hal ini merupakan hubungan  manusia dimana orang dapat memberikan pengobatan pada saat sakit, hubungan antara sehat dan sakit serta penyakit yang mengacu kepada  pandangan Benner dan Wrubel dalam praktik keperawatan (Benner & Wrubel, 1989 dalam Sitzman &  Eichelberger 2011). Benner…

Selengkapnya...

Teori Caring Keperawatan Menurut Swanson

BAGI Ke :

Oleh: Ns. Jurita Susan Kamuh, S.Kep Dosen Pembimbing: Erna Rochmawati, SKp, MNSc.M.Med Ed.PhD ASAL teori caring dari Swanson dapat ditemukan dalam wawancaranya yang dilakukannya pada wanita yang mengalami keguguran, orangtua yang memiliki anak di unit perawatan intensif, dan ibu yang secara sosial berisiko dan telah melalui system untuk menerima berbagai macam bentuk perawatan kesehatan (Potter et al. 2005). Melalui wawancara ini, Swanson mampu memahami ruang lingkup caring secara keseluruhan dan pada saat yang sama menguraikan dimensi spesifik dari apa yang diperlukan seorang perawat untuk merawat pasien. Salah satu hal paling…

Selengkapnya...

Penerapan Teori Keperawatan Patricia Banner dalam Pratik Keperawatan

BAGI Ke :

Oleh : Ns. Pingkan C Timbuleng, S.Kep Pembimbing : Erna Rochmawati, SKp, MNS, M.Med.Ed, PhD PRAKTIK keperawatan adalah tindakan mandiri perawat profesional  melalui kerjasama bersifat kolaboratif dengan pasien  atau klien dan tenaga kesehatan lainnya dalam  memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya. Dalam praktik keperawatan dalam pemberian asuhan keperawatan memiliki tingkatan dalam melaksanakan tindakan sesuai dengan pengetahuan dan ketrampilan yang ada. Teori Keperawatan   tentang caring, clinical wisdom and ethics in nursing practice dikemukakan Patricia Benner. Ia mempelajari praktik keperawatan klinis dalam upaya untuk menemukan dan menggambarkan pengetahuan…

Selengkapnya...

Peran Perguruan Tinggi Menghadapi Mahasiswa Gagal Ukom Berdasarkan Pendekatan Teori Sistem Newman

BAGI Ke :

Oleh : Heyni F Kereh, S.Kep.Ns Pembimbing : Dr. Titih Huriah, S.Kep.Ns, M.Kep, Sp.Kom   “SEKARANG bukan adu ijazah tetapi skill” mengutip dari Media beritasatu.com kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menekankan pentingnya kompetensi dan ketrampilan untuk memasuki persaingan dalam dunia kerja. Berdasarkan UU No.36/2014 dan UU No. 38/2014 mahasiswa bidang kesehatan pada akhir masa pendidikan vokasi dan profesi harus mengikuti uji kompetensi secara nasional. Uji Kompetensi adalah proses pengukuran pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku peserta didik pada perguruan tinggi bidang kesehatan. Uji kompetensi diselenggarakan untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten…

Selengkapnya...

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan 3 Level Pencegahan di Komunitas dengan Model Sistem Neuman

BAGI Ke :

Oleh : Ns Jelly Anny Pangkey S.Kep, Dr. Titih Huriah, S.Kep,Ns, M.Kep, Sp.Kom PERILAKU hidup bersih dan sehat merupakan cerminan pola hidup keluarga yang senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. PHBS adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Mencegah lebih baik daripada mengobati, prinsip kesehatan inilah yang menjadi dasar pelaksanaan Program PHBS. Kementrian Kesehatan dalam Rencana Strategis Kementrian  Kesehatan Tahun 2015-2019 menetapkan target perilaku hidup bersih dan sehat…

Selengkapnya...

Penyakit Gagal Ginjal Kronik: Penatalaksanaan Nutrisi dan Cairan berdasarkan Teori Keperawatan

BAGI Ke :

Oleh: Ns. Herlina Tiwa, S.Kep; Dr.Ns. Titih Huriah,S.Kep,M.Kep.Sp.Kom PENYAKIT ginjal kronik tahap akhir (PGTA) atau End State Renal Disease (ESRD)merupakan tahap akhir penyakit ginjal yang progresif atau penyakit ginjal akut yang gagal dipulihkan dan mengharuskan pasien untuk melakukan terapi penggantian guna memperpanjang kehidupan.Gagal ginjal stadium akhir ini ditandai dengan penurunan fungsi ginjal dibawah 15 ml/menit (KDOQI, 2002; O’Collaghan, 2009). Definisi lain menyebutkan, PGTA merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan irreversibel dimana tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan uremia, sehingga diperlukan dialisis dan transplantasi ginjal…

Selengkapnya...