Motor Jarang Dipakai Tetap Perlu Servis Berkala?

SEPEDA motor yang jarang digunakan bukan berarti terbebas dari kebutuhan perawatan. Justru ketika kendaraan lebih sering terparkir dalam waktu lama, beberapa komponen tetap dapat mengalami perubahan kondisi sehingga pemeriksaan dan perawatan berkala tetap diperlukan.

Kebiasaan menggunakan sepeda motor hanya pada waktu tertentu, seperti saat akhir pekan, perjalanan keluar kota, atau ketika membutuhkan kendaraan pribadi, membuat sebagian pemilik beranggapan bahwa servis tidak perlu dilakukan selama jarak tempuh masih rendah.

Bacaan Lainnya

Padahal, perawatan sepeda motor tidak hanya ditentukan oleh seberapa jauh kendaraan digunakan, tetapi juga oleh jangka waktu pemakaian dan kondisi komponen.

Technical Service Department Head PT Daya Adicipta Wisesa (DAW), Ridwan Marpela, menjelaskan bahwa sepeda motor yang lebih banyak terparkir tetap membutuhkan pemeriksaan untuk memastikan setiap komponen berada dalam kondisi optimal.

“Walaupun sepeda motor jarang digunakan, beberapa komponen tetap mengalami perubahan kondisi seiring waktu. Karena itu, perawatan berkala tetap penting dilakukan, bukan hanya berdasarkan jarak tempuh, tetapi juga mengikuti periode perawatan yang dianjurkan,” ujar Ridwan.

Salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah oli mesin. Oli tidak hanya berfungsi sebagai pelumas saat mesin bekerja, tetapi juga berperan dalam membantu menjaga komponen mesin tetap bekerja dengan baik.

Pada sepeda motor yang jarang digunakan, pemilik terkadang menunda penggantian oli karena merasa kendaraan belum menempuh jarak yang cukup jauh. Padahal, penggantian oli tetap perlu mengikuti rekomendasi perawatan yang berlaku.

“Jangan menjadikan jarak tempuh sebagai satu-satunya patokan. Jika sudah memasuki periode penggantian oli sesuai rekomendasi, sebaiknya tetap dilakukan meskipun motor tidak terlalu sering digunakan,” jelas Ridwan.

Selain oli, komponen kelistrikan seperti aki juga perlu mendapatkan perhatian. Sepeda motor yang terlalu lama tidak digunakan dapat membuat kondisi aki menurun, terutama apabila kendaraan jarang dinyalakan atau digunakan.

Pemilik sepeda motor juga disarankan untuk memperhatikan kondisi lampu, sistem starter, serta indikator pada panel meter sebelum kembali menggunakan kendaraan setelah lama terparkir.

Kondisi ban juga menjadi bagian penting yang perlu diperiksa. Sepeda motor yang lama terparkir tetap perlu diperhatikan tekanan udara dan kondisi fisik bannya sebelum digunakan kembali.

Selain itu, pemeriksaan terhadap sistem pengereman, lampu-lampu, serta komponen pendukung lainnya penting dilakukan untuk memastikan kendaraan siap digunakan dengan aman.

“Ketika motor akan digunakan kembali setelah cukup lama terparkir, sebaiknya lakukan pemeriksaan sederhana terlebih dahulu. Pastikan tekanan ban sesuai, rem berfungsi dengan baik, lampu menyala, dan tidak ada kondisi yang terlihat tidak normal,” tambah Ridwan.

Perawatan berkala pada dasarnya merupakan langkah untuk menjaga kondisi sepeda motor tetap sesuai dengan standar perawatan yang dianjurkan. Pemeriksaan juga dapat membantu menemukan kondisi komponen yang perlu mendapatkan perhatian sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Karena itu, pemilik sepeda motor Honda yang jarang menggunakan kendaraannya tetap disarankan melakukan perawatan di AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) sesuai jadwal perawatan yang direkomendasikan.

Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala dan menggunakan suku cadang serta produk yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan, pemilik dapat lebih mengetahui kondisi sepeda motornya dan memastikan kendaraan tetap siap digunakan kapan pun dibutuhkan.

“Motor yang jarang digunakan bukan berarti tidak membutuhkan perhatian. Justru dengan pemeriksaan berkala, pemilik bisa mengetahui lebih awal apabila ada komponen yang perlu diperiksa atau dirawat, sehingga kendaraan tetap dalam kondisi siap digunakan,” kata Ridwan.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan