Terjadi setelah check-in dengan wanita misterius
METRO, Bitung- Penginapan Pondok Indah di Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari mendadak heboh. Bagaimana tidak, seorang pengunjung di penginapan itu ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar.
Peristiwa ini terjadi Senin (20/12) malam. Orang yang meninggal dunia berinisial FS alias Ferdy, 55 tahun, warga Kelurahan Madidir Unet, Kecamatan Madidir. Sebelumnya, Ferdy datang ke penginapan itu dengan seorang perempuan.
Informasi dirangkum menyebutkan, Ferdy dan teman wanitanya tiba di penginapan sekitar pukul 20.30 WITA. Setelah bertemu salah satu penjaga di situ keduanya langsung masuk ke kamar nomor 3. Singkat cerita, tiga jam berselang Ferdy malah ditemukan tak bernyawa di kamar tersebut.
“Mereka check-in sekitar jam setengah sembilan. Kamarnya disewa selama tiga jam,” ujar Amat Laude, penjaga di Penginapan Pondok Indah yang menerima kunjungan Ferdy dan teman wanitanya.
Selama di dalam kamar Amat mengaku tidak mendengar suara apa pun dari kedua pengunjung itu. Terlebih ada aturan di penginapan yang melarang penjaga mendekat ke kamar yang disewa.
“Saya nanti datang mengecek sekitar jam setengah 12. Karena waktu itu pas sewanya sudah habis,” imbuhnya.
Tapi Amat mengaku bingung ketika membuka pintu kamar. Dia tidak melihat Ferdy dan teman wanitanya di atas ranjang. Nanti setelah dilihat lebih teliti dia mendapati Ferdy tertidur di lantai.
“Pintunya tidak terkunci jadi saya langsung masuk. Awalnya saya tidak melihat ada orang sama sekali. Setelah dicek ternyata yang laki-laki ada di lantai. Tapi yang perempuan sepertinya sudah pergi. Dari situ saya langsung beritahu hal ini ke teman saya,” ungkapnya.
Karena melihat Ferdy tidak bergerak Amat dan rekannya yang bernama Darwin mengambil keputusan. Keduanya memilih melaporkan situasi itu ke Polsek Matuari. Alhasil, tak berapa lama kemudian polisi tiba dan melakukan pemeriksaan.
“Teman saya mengecek urat nadi di leher dan tangan. Tapi waktu itu perutnya terlihat sudah kempis jadi kami khawatir. Makanya kami langsung lapor ke polisi untuk memastikan. Dari situ ketahuan kalau dia sudah meninggal dunia,” beber Amat.
Kapolsek Matuari Kompol Andri Permana membenarkan perihal di atas. Ia mengaku langsung melakukan penyelidikan atas peristiwa itu.
“Iya, sekarang dalam proses lidik,” katanya.
Meski demikian, Andri menyebut ada kesulitan yang dihadapi pihaknya. Identitas perempuan yang menemani Ferdy di dalam kamar belum diketahui.
“Dia kabur dan kami belum tahu siapa dia. Tidak ada petunjuk karena handphone korban juga tidak ditemukan. Kemungkinan dia yang ambil untuk menghilangkan jejak,” terangnya.
Meski begitu, mantan Kasat Lantas Polres Bitung dan Polresta Manado ini memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Pemeriksaan yang dilakukan Tim Inafis Polres Bitung tidak mendapati hal tersebut.
“Jadi belum bisa bicara banyak, tunggu saja perkembangannya,” tukasnya seraya menyebut keluarga Ferdy tak mengizinkan untuk dilakukan otopsi.(69)






