GUNA menguji kesiapan cabang olahraga dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulawesi Utara, November 2022 mendatang, KONI Sulut akan mengagendakan Pra PORPROV untuk beberapa cabang olahraga.
Ketua Umum KONI Provinsi Sulut, Drs Steven Kandouw, saat memimpin rapat pengurus, pekan lalu meminta jajaran KONI bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sulut untuk mempersiapkan pelaksanaan PORPROV lebih baik dari sebelumnya.
Karena itu, sebelum pelaksanaan PORPROV, Kandouw yang juga adalah Wakil Gubernur Sulut, memberikan persyaratan bagi cabor yang akan dipertandingkan minimal diikuti lima Kabupaten Kota. “Agar pelaksanaan PORPROV benar benar siap, perlu dilaksanakan Pra PORPROV,” kata Kandouw.
Sementara itu, dalam persiapan PORPROV, jajaran KONI Sulut khususnya Binpres diminta untuk melakukan kajian terkait jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Selain minimal lima Kabupaten Kota, juga perlu dikaji soal kepengurusan di tingkat provinsi.
Artinya, peserta PORPROV Sulut nanti benar benar memiliki persyaratan organisasi serta memiliki atlet di tingkat kabupaten kota. “Cabang Olahraga di tingkat Kabupaten kota yang akan bertanding di PORPROV, harus memiliki atlet hasil binaan mereka,” katanya lagi.
Sebab, salah satu target yang diemban oleh KONI Sulut adalah menjaring atlet atlet potensial hasil binaan Kabupaten Kota. Karena itu, atlet yang sudah berprestasi di tingkat nasional termasuk peraih medali di PON, tidak lagi diikutsertakan pada pelaksanaan PORPROV.
Sementara itu, Kabid Binpres KONI Sulut, Dr Marnex Berhimpong MKes AIFO memastikan pelaksanaan PORPROV Sulut akan menjadi ajang penjaringan atlet potensial yang nantinya diproyeksikan untuk PON XXI Tahun 2024 dan PON XXII Tahun 2028.
Karena itu, khusus untuk cabor tertentu, akan dibatasi usia peserta sehingga bisa terjaring atlet potensial yang bisa masuk proyeksi jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang. Namun, khusus untuk cabor yang tidak membatasi usia, hanya akan dibatasi soal prestasi di tingkat nasional.
“Jika atlet yang sudah berprestasi di tingkat nasional lewat keberhasilan meraih medali di PON, tentunya untuk saat ini diminta agar memberikan kesempatan kepada yang belum pernah meraih medali PON,” tukas Berhimpong, yang juga tercatat sebagai salah satu dosen senior di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unima Tondano.(dni)






