METRO, Manado- PT PLN berhasil meraih penghargaan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada ajang Apresiasi Mitra BUMN Champion 2022 yang digelar di Jakarta, pada Senin (9/5).
PLN menyabet peringkat pertama National Champion pada kategori costumer/buyer untuk kelas usaha BUMN atas kontribusinya dalam penggunaan produk dan jasa yang dihasilkan BUMN dalam mendukung kegiatan operasional dan bisnis perseroan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Kementerian BUMN kepada PLN.
“Dalam menjalankan bisnisnya, PLN selalu mengutamakan penggunaan produk dan jasa dari industri dalam negeri agar dapat turut mendorong roda perekonomian,” ujar Darmawan.
Tak hanya bersinergi dengan BUMN, menurut Darmawan PLN juga menggandeng swasta dan para pelaku UMKM untuk bersama membangun negeri.
“Kami berterima kasih untuk apresiasi ini. Bagi kami, peran para mitra untuk mendukung kinerja PLN hari ini dan ke depan sangat penting agar membuat PLN lebih trengginas dan lincah. Kami berharap kerja sama ini dapat semakin erat dan memberi manfaat bagi kedua belah pihak,” ungkapnya.
Menteri BUMN Erick Thohir, dalam sambutannya mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian BUMN kepada para mitra BUMN yang mendukung kegiatan bisnis dan operasional BUMN sehingga BUMN dapat merealisasikan kinerja secara lebih efektif dan efisien.
“Apresiasi Mitra BUMN Champion 2022 diberikan melalui rangkaian proses seleksi dan penilaian yang dilakukan dengan dasar kinerja kemitraan tahun 2021. Terdapat 268 mitra yang diusulkan dengan 12 klaster BUMN untuk menjadi Mitra BUMN Champion 2022 dan selanjutnya dari hasil seleksi diperoleh 41 mitra yang diberikan apresiasi oleh Kementerian BUMN pada tahun ini,” kata Erick.
Menurutnya, acara ini diselenggarakan untuk mempererat sinergitas BUMN dengan swasta dan UMKM. Indonesia.
“Sejatinya memiliki kekuatan luar biasa yaitu sumber daya alam dan pasar yang dapat membantu BUMN, swasta dan UMKM untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pasca pandemi,” tukas Erick.(71)






