METRO, Bitung- Bitung berpeluang masuk nominasi salah satu kota kreatif di dunia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan membantu mewujudkan hal itu.
“Iya, kita berpotensi masuk jajaran kota kreatif di dunia,” ujar Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Bitung, Albert Sergius, membenarkan saat dikonfirmasi Senin (16/05) kemarin.
Informasi soal ini kata Albert, diterima dari Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pingkan Kapoh. Akhir pekan lalu Pingkan mengikuti pertemuan di Kantor Kemenparekraf di Jakarta untuk membahas hal itu.
“Ibu Kadis (Pingkan,red) yang menginformasikan. Dan tentunya ini jadi kabar gembira bagi kita semua. Apalagi ini skopnya internasional,” tukas Albert.
Pingkan sendiri ikut membenarkan perihal dimaksud. Dikonfirmasi secara terpisah ia memberi penjelasan menyangkut hal itu.
“Jadi kota kreatif ini program dari Unesco (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization,red). Nama programnya Unesco Creative Cities Network (UCCN),” terangnya.
Bitung menurut Pingkan, saat ini jadi satu-satunya kota di Indonesia yang berpeluang masuk nominasi UCCN. Ada daerah lain juga punya peluang serupa namun kategorinya berbeda. Daerah itu adalah Ponorogo di Jawa Timur, dan mereka ikut dalam kategori kabupaten.
Kans Bitung masuk nominasi UCCN bukan tanpa dasar. Sebelum ini Kemenparekraf melalui Tim Penilai Kabupaten Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) telah membeberkan hasil penilaian mereka. Hasil itu menyebutkan Bitung layak masuk nominasi karena punya keunikan tersendiri.
“Hasil penilaian terakhir tersisa Bitung dan Ponorogo yang masuk. Tapi sebelumnya sudah ada daerah lain yang lebih dulu masuk. Nah sekarang sementara persiapan nominasi jadi kita diundang ke Jakarta untuk memaparkan program kedepan,” papar Pingkan.
Nominasi UCCN terdiri dari beberapa bidang. Dan Bitung oleh Kemenparekraf diproyeksikan sebagai kota kreatif bidang gastronomi. Gastronomi itu sendiri berkaitan dengan tata boga ataupun kuliner.
“Oleh Pak Menparekraf kita ditempatkan di bidang gastronomi. Keunikan dan kekayaan kita di bidang kuliner, khususnya kuliner dari hasil laut, dianggap layak untuk masuk nominasi UCCN. Pak Menparekraf tahu pasti hal itu karena lalu pernah hadir saat Festival Tuna,” tuturnya.
Pingkan lalu mengungkap hasil audiens dengan Menparekraf Sandiaga Uno. Ia menyebut yang bersangkutan siap membantu Bitung masuk nominasi UCCN. Bukan apa-apa, Sandiaga menilai potensi daerah ini di bidang kuliner bisa bersaing dengan kota-kota lain di dunia.
“Beliau berjanji akan memperjuangkan. Sebab ini bukan cuma untuk kepentingan kita saja, melainkan kepentingan Indonesia,” pungkasnya.(69)






