Manado-Kotamobagu Alami Inflasi, Harga Beras Jadi Penyumbang Terbesar

>> Stok beras bantuan PPKM di Gudang Bulog SulutGo, Kota Bitung.
Gudang Bulog Bitung.

METRO, Manado- Bulan September 2023 Kota Manado mengalami inflasi tahun ke tahun, sebesar 1,16 persen, atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen dari 112,65 pada bulan September 2022 menjadi 113,96 di bulan September 2023. Inflasi tahun ke tahun juga terjadi di Kota Kotamobagu sebesar 2,77 persen.

Beras menjadi komoditas dengan andil inflasi tertinggi di Kota Manado dan Kotamobagu.

Bacaan Lainnya

Data Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat di Kota Manado ada lima komoditas yang memberikan andil inflasi cukup tinggi, yaitu beras dengan andil 17.39 persen, nasi dengan lauk 4.27 persen, ikan cakalang 7.64 persen, ikan tude 21.71 persen, dan mobil 4.86 persen.

Di Kotamobagu, komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah beras sebesar 11.09 persen, diikuti rokok kretek filter 13.32 persen, bahan bakar rumah tangga 14.47 persen, rokok putih 14.04 persen, dan bakso siap santap 13.91 persen.

“Beberapa bulan lalu dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi sangat terasa. Di bulan September ini pengaruh kenaikan BBM terhadap inflasi sudah tidak terjadi lagi,” ujar Kepala BPS Sulut, Asim Saputra, Senin (2/10/2023).

Asim menjelaskan, komoditas pendorong inflasi di Kota Manado, yaitu ikan deho, beras, mobil, ikan malalugis, dan ikan oci. Sementara komoditas penahan inflasi, yaitu tomat, angkutan udara, bawang merah, cabe rawit, dan minyak goreng.

“Sementara di Kotamobagu, komoditas yang mendorong inflasi, diantaranya beras, daging ayam ras, nasi dengan lauk, dan komoditas lainnya seperti sewa rumah dan kopi siap saji. Komoditas penahan inflasi antara lain bawang merah, tomat, dan cabe rawit,” katanya.

Lebih jauh Asim mengungkapkan, Kota Manado menempati urutan ke 7, kota-kota di Pulau Sulawesi yang dihitung inflasinya. Sementara Kotamobagu ada di peringkat paling rendah,” pungkasnya.(71)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan