JAKARTA- Akses energi listrik yang merata masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia.
Dalam gelaran Energi dan Mineral Festival 2025 di Jakarta, Koordinator Rencana dan Laporan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eri Nurcahyanto, mengungkapkan data yang menjadi fokus pemerintah, bahwa masih terdapat 10.068 lokasi di seluruh Indonesia yang belum menikmati akses listrik.
Eri menyoroti bahwa sebagian besar lokasi yang belum terlistriki berada di wilayah Indonesia timur, yang secara geografis memiliki tantangan tersendiri.
“Memang untuk daerah timur menjadi PR kita bersama, karena rasio elektrifikasi atau akses pada listrik harus ditingkatkan. Kita harus bekerja keras untuk itu,” tegasnya.
Pemerintah menunjukkan komitmen tinggi untuk mengatasi persoalan ini, Eri mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo, berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan masyarakat yang sampai hari ini belum menikmati akses listrik dalam waktu 4 hingga 5 tahun ke depan.
“Untuk mencapai target ambisius tersebut, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama. Kementerian ESDM bersama PLN telah mengidentifikasi dan menyusun langkah strategis. Kolaborasi yang terus diperkuat melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan mitra pembangunan, memastikan setiap langkah yang diambil berjalan efektif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap karakteristik serta kebutuhan spesifik masing-masing wilayah,” ungkap Eri.
Di sisi lain, Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, menegaskan kesiapan dan komitmen PLN dalam menyalurkan listrik ke seluruh pelosok Tanah Air, melihatnya sebagai bagian dari amanah Pancasila untuk mewujudkan keadilan sosial.
“PLN akan menjalankan mandat dari pemerintah untuk meningkatkan dan mengalirkan listrik ke seluruh pelosok Indonesia. Bagi kami terang ini bukan sekedar cahaya, tapi ini tanda hadirnya keadilan, kemajuan dan harapan bagi seluruh anak negeri,” tutur Eri.
Ia mengakui bahwa sebagian besar wilayah tanpa listrik berada di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dengan tantangan geografis yang berat, PLN mengambil langkah revolusioner melalui pendekatan listrik masuk desa. PLTS).
Strategi elektrifikasi PLN berfokus pada pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis baterai, yang terbukti efektif dalam menjawab tantangan di wilayah yang sulit dijangkau jaringan konvensional.
Selain itu, PLN juga menggabungkan kolaborasi lintas fungsi internal dengan program-program strategis pemerintah:
Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) ESDM: Program yang membantu masyarakat tidak mampu mendapatkan sambungan listrik baru.
Light Up The Dream (LUTD) PLN, Program sosial yang bertujuan memberikan akses listrik gratis bagi rumah tangga kurang mampu.
Arsyadany juga menyoroti dampak positif listrik yang melampaui penerangan semata. Menurut dia, hadirnya akses listrik dapat menciptakan multiplier effect nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Dampak ini mencakup penguatan sektor pendidikan, layanan kesehatan, ekonomi lokal, dan ketahanan pangan, yang pada akhirnya turut mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional,” paparnya.
Perjuangan untuk menerangi 10.068 lokasi ini adalah cerminan dari upaya kolektif pemerintah dan PLN untuk memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia, di mana pun mereka berada, dapat merasakan keadilan dan harapan yang dibawa oleh terang listrik.(ian/*)






