Aprindo Sulut Minta Pemerintah Awasi Harga Beras di Tingkat Produsen-Distributor

KORANMETRO.COM- Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia Sulawesi Utara (Aprindo Sulut), meminta pemerintah agar dapat mengawasi harga beras di tingkat produsen dan distributor.

Ketua Aprindo Sulut, Robert Najoan, mengungkapkan jika kenaikan harga beras di retail yang cukup tinggi, disebabkan oleh penyesuaian harga dari produsen dan pemasok.

Bacaan Lainnya

“Harga di kami menyesuaikan dengan harga pokok penjualan (HPP) dari mereka (Pemasok, red). Bagaimana mau jual sesuai HET sedangkan harga HPP saja sudah di atas HET,” ujar Robert, saat dihubungi, pada Senin (25/8/2025).

Robert meminta, pemerintah sebagai regulator mengawasi harga di tingkat produsen dan distributor agar harga jual tidak berbeda jauh dengan HET yang ditetapkan pemerintah.

“Disamping itu kami berharap mereka mematok HPP dibawah HET ditetapkan pemerintah, supaya kami masih bisa jualan dgn harga HET,” jelas Robert.

Menurutnya, demi menjaga ketersediaan pangan masyarakat, pihak retail rata-rata lebih memilih menjual sesuai mekanisme pasar meski harga tinggi.

“Kalau disuruh memilih, lebih baik berjualan dengan harga ikut mekanisme pasar. Kalau memilih tidak jualan akan terjadi kelangkaan beras. Kasihan masyarakat,” ungkapnya.

Ditambahkan Robert, stok beras saat ini masih tersedia, namun varian terbatas karena banyak pemasok dari berbagai merek belum menyuplai ke toko-toko.

“Tren penjualan masih stabil, karena beras kebutuhan pokok yang selalu dicari. Terutama kualitas medium karena konsumen tidak lagi ada pilihan merek beras premium seperti biasa,” katanya.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan