KORANMETRO.COM- Pembatasan izin KM Barcelona melayani pelayaran ke daerah kepulauan di Sulawesi Utara, turut mempengaruhi aktivitas masyarakat setempat.
Pembatasan ini paling dirasakan warga Kabupaten Kepulauan Talaud. Pasalnya, jadwal kapal dari dan ke Talaud dibatasi hanya 3 kali seminggu, dengan dua kapal yang bergantian melayani penumpang.
Hal ini dikeluhkan karena jadwal kapal yang terbatas, dinilai berpengaruh ke aktivitas perekonomian warga.
Seperti diutarakan Jendrik Adilis (35), kepada media ini. Pria yang berprofesi sebagai ASN ini mengungkapkan bahwa karena keterbatasan kapal yang melayani rute dari dan ke Talaud, maka seringkali urusan-urusan menyangkut usaha, pekerjaan, dan kesehatan, jadi terhambat.
“Jadwal kapal ke Talaud hari Senin, Rabu dan Jumat. Jadi meskipun ada keperluan mendesak ke luar, mau tidak mau penumpang mesti menunggu,” tutur Jendrik.
Katanya, tak jarang pula pelayanan kesehatan terganggu karena kapal tidak setiap hari. Pasien rujukan yang mendesak untuk berobat, terpaksa harus bersabar menunggu jadwal kapal.
“Kalau sudah begini sakit jadi makin parah karena terlambat berobat,” ucapnya.
Sebagai informasi, saat ini rute kapal ke Kepulauan Talaud dilayani oleh KM Gregorius dan KM Cantika. Dua kapal ini melayani pelayaran di hari Senin, Rabu dan Jumat. Sebelumnya KM Barcelona ikut melayani rute ke Talaud.
Jendrik berharap KM Barcelona bisa beroperasi lagi, karena menurutnya, kapal ini telah lama jadi alat transportasi laut yang membantu mobilitas warga dari dan ke Talaud. Namun katanya, segi keamanan dan kenyamanan perlu ditingkatkan, agar peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu bisa dicegah.
“Pihak pengelola perlu memperhatikan fasilitas penunjang di dalam kapal, terutama segi keselamatan. Karena itu yang paling penting,” katanya.(ian)