KORANMETRO.COM- Tim Gabungan Quick Response Komando Daerah Angkatan Laut VIII (QR-8 Kodaeral VIII) menahan kapal yang berisi 244 ekor ayam ras Filipina tanpa dokumen karantina
Ratusan ekor ayam ini diamanakan tim gabungan saat melakukan patroli di perairan sekitar alur masuk pelayaran perairan Batu Angus, Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), pada Rabu (31/12/2025).
Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, menjelaskan tim menahan kapal tidak dikenal, berisi 244 ekor ayam ras Filipina dan minuman keras berbagai merek pada pukul 07.00 Wita.
“Saat ditemukan, kapal tanpa nama tersebut sudah ditinggalkan anak buah kapalnya,” ujar Suhendi.
Sementara itu, Kepala Karantina Sulut, Agus Mugiyanto, mengungkapkan bahwa upaya pemasukan komoditas melalui jalur ilegal sangat berisiko membawa hama dan penyakit berbahaya.
“Pemasukan unggas dari Filipina ke Indonesia dilarang, karena adanya kewaspadaan terhadap kejadian highly pathogenic avian influenza di Filipina,” ungkap Agus.
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah masih melakukan peningkatan kewaspadaan terhadap kejadian highly pathogenic avian influenza di Filipina, sehingga Indonesia saat ini menutup pintu bagi pemasukan segala jenis unggas dari Filipina demi melindungi industri peternakan nasional dari risiko flu burung.
Kata Agus, Karantina Sulut memastikan bahwa komoditas tersebut ditangani sesuai dengan protokol biosekuriti yang sangat ketat, serta memberikan rekomendasi untuk dilakukan tindakan karantina pemusnahan sesuai prosedur yang berlaku.
“Upaya tersebut penting dilakukan, terutama untuk menghindari risiko ancaman bagi peternakan di wilayah Sulawesi Utara maupun risiko terhadap kesehatan masyarakat,” ungkap Agus.
Ia juga menambahkan bahwa pemasukan ayam tersebut tentu melanggar Undang-Undang No. 21 th 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan yang berpotensi menyebarkan hama penyakit hewan karantina (HPHK) juga termasuk berbagai penyakit hewan menular yang bersifat zoonosis.
“Rencananya, komoditas tersebut akan dimusnahkan di awal Januari,” katanya.(ian)






