​Menjaga Performa Rem Motor: Panduan Lengkap Perawatan Kampas Demi Keselamatan

SISTEM pengereman adalah garis pertahanan pertama bagi pengendara motor di jalan raya. Lebih dari sekadar komponen mekanis, rem berfungsi sebagai pengendali kecepatan yang memungkinkan pengendara menghindari potensi bahaya.

Ketika sistem ini terganggu, risiko kecelakaan meningkat drastis.

Bacaan Lainnya

​Salah satu komponen paling krusial dalam sistem ini adalah kampas rem. Karena bekerja dengan prinsip gesekan, kampas rem akan mengalami penyusutan seiring penggunaan.

Agar performa motor tetap pakem dan aman, berikut adalah panduan mendalam mengenai perawatan kampas rem yang perlu anda ketahui.

​1. Kebersihan: Kunci Daya Cengkeram Maksimal.
​Debu jalanan, pasir halus, hingga residu oli yang menempel pada piringan cakram atau tromol dapat menghambat gesekan kampas rem. Jika dibiarkan, kotoran ini bisa mengakibatkan baret pada cakram (disc brake).
​Tips: Gunakan brake cleaner khusus atau air sabun saat mencuci motor untuk merontokkan debu hitam yang menempel di area kaliper.

​2. Memantau Batas Keausan (Limit Wear).
​Jangan menunggu hingga rem terasa “blong” untuk mengecek kondisinya. Pabrikan biasanya menyertakan indikator berupa garis-garis alur pada permukaan kampas.
​Kapan harus ganti? Jika alur tersebut sudah rata atau ketebalan kampas kurang dari 2 mm, segera lakukan penggantian. Kampas yang terlalu tipis tidak hanya mengurangi daya rem, tetapi besi penyangganya bisa merusak piringan cakram yang harganya jauh lebih mahal.

​3. Manajemen Suhu: Hindari Fenomena Brake Fade
​Penggunaan rem secara terus-menerus, terutama saat di turunan panjang, dapat memicu panas berlebih (overheating). Kondisi ini bisa menyebabkan minyak rem mendidih dan kampas kehilangan daya cengkeramnya (licin).
​Solusi: Gunakan teknik engine brake (menurunkan gigi transmisi) untuk membantu mengurangi kecepatan tanpa harus mengandalkan rem sepenuhnya.

​4. Mengapa Harus Kampas Rem Orisinal?
​Banyak produk aftermarket murah yang menawarkan harga miring, namun materialnya terlalu keras atau justru terlalu empuk.
​Risiko: Material yang terlalu keras dapat mengikis piringan cakram dengan cepat. Gunakanlah suku cadang asli yang sudah melalui uji ketahanan sesuai spesifikasi motor Anda agar masa pakai lebih lama dan pengereman lebih presisi.

​5. Deteksi Dini Gejala Kerusakan
​Sebagai pengendara, Anda harus peka terhadap “sinyal” yang diberikan oleh motor:
​Suara Berdecit: Biasanya menandakan kampas kotor atau sudah habis.
​Tuas Rem Terasa Dalam: Indikasi adanya udara masuk ke sistem hidrolik atau kampas sudah sangat tipis.
​Getaran pada Tuas: Bisa jadi piringan cakram sudah tidak rata akibat gesekan besi kampas yang habis.

​Technical Service Dept. Head PT Daya Adicipta Wisesa, Ridwan Marpela, menjelaskan perawatan rem bukan sekadar masalah teknis, melainkan investasi keselamatan.

​“Kampas rem yang terawat dengan baik sangat berpengaruh terhadap keselamatan berkendara. Pengendara sebaiknya tidak mengabaikan tanda-tanda gangguan pada sistem rem dan melakukan perawatan secara preventif sebelum melakukan perjalanan jauh,” ujar Ridwan.

​Pemeriksaan rutin mandiri memang penting, namun pengecekan menyeluruh oleh teknisi ahli tetap tidak tergantikan. Teknisi akan memeriksa komponen pendukung lainnya seperti piston kaliper, selang rem, dan kualitas minyak rem.

​Demi memastikan keamanan maksimal, sangat disarankan untuk membawa sepeda motor Anda ke bengkel resmi AHASS terdekat. Di sana, motor Anda akan ditangani oleh mekanik tersertifikasi dengan peralatan yang standar.(ian/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan