Hari ke-4 Pascabencana Banjir Bandang Siau: 17 Korban Jiwa, 691 KK Mengungsi

KORANMETRO.COM- Empat hari pascabencana banjir bandang di Kepulauan Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, proses penanganan darurat masih terus dilakukan.

Operasi pencarian dan penyelamatan korban, pendataan dampak, serta penyaluran bantuan logistik tetap menjadi prioritas utama di wilayah terdampak.

Bacaan Lainnya

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Kamis (8/01/2026), jumlah korban jiwa tercatat sebanyak 17 orang.

Dari total tersebut, sebagian korban telah teridentifikasi, sementara sembilan korban lainnya masih dalam proses pendataan dan identifikasi oleh petugas.

Selain korban meninggal dunia, dua orang hingga kini masih dilaporkan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan, serta masyarakat setempat.

Bencana ini juga mengakibatkan 691 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi.

Dari sisi kerusakan, hingga kini tercatat 30 unit rumah hilang, 52 unit rumah rusak berat, 29 unit rumah rusak sedang, dan 89 unit rumah rusak ringan. Selain itu, tiga unit fasilitas pendidikan terdampak, sejumlah bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan, serta beberapa akses jalan masih terputus dan dalam pendataan lanjutan.

Pemerintah Daerah Sitaro sudah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 5 hingga 18 Januari 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan proses pendataan terhadap para pengungsi masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak memperoleh bantuan dan layanan dasar yang diperlukan.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Abdul.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan