KORANMETRO.COM- Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 2 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di kawasan Pegunungan Bulu Saraung, Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kedua korban dievakuasi dari dalam jurang pegunungan Bulu Saraung, dengan kedalaman mencapai ratusan meter.
Korban pertama dievakuasi pada Minggu (20/01/2026) siang, sekitar pukul 13.43 Wita.
Saat ditemukan, korban berjenis kelamin laki-laki ini, berada di posisi tersangkut pada dahan pohon.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, karena keterbatasan tenaga, peralatan, serta kondisi hujan deras yang terus mengguyur lokasi membuat tim melakukan evaluasi lapangan.
“Korban sempat dievakuasi ke atas, namun karena kondisi cuaca yang ekstrem, tim memutuskan mengubah arah evakuasi ke bawah menuju kampung terdekat karena medan dinilai lebih memungkinkan untuk proses evakuasi lanjutan,” ungkap Arif.
Adapun korban kedua berjenis kelamin perempuan, dievakuasi pada Selasa (20/01/2026) siang, sekitar pukul 13.43 Wita.
“Korban kedua berjenis kelamin perempuan berhasil dievakuasi dari kedalaman sekitar 350 meter dengan kondisi medan yang sangat ekstrem,” ujar Arif.
Menurutnya, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian, karena kondisi geografis di lokasi kejadian berupa lembah curam, tebing terjal, serta jarak pandang terbatas akibat hujan dan kabut.
Arif bilang, usai proses evakuasi kedua korban dibawa ke Posko Tompobulu, untuk kemudian diserahkan ke tim DVI.
“Evakuasi korban membutuhkan teknik vertical rescue dan koordinasi lintas unsur yang sangat ketat. Tim bekerja dari lembah menuju puncak dengan peralatan khusus,” katanya.(ian)





