KORANMETRO.COM- Sulawesi Utara mengalami inflasi month-to-month (m-t-m) sebesar 0,067 persen pada bulan Januari 2026.
Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada Januari 2026, antara lain tomat, ikan cakalang, emas perhiasan, ikan malalugis, ikan tude, ikan deho, dan daging babi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Agus Sudibyo, melalui Kepala Bagian Umum, Bayu Prabowo, mengungkapkan bahwa pada bulan Januari 2026 harga komoditas tomat mengalami kenaikan karena stok di pasar terbatas.
“Stok terbatas karena berakhirnya musim panen dan cuaca hujan, yang berdampak pada kualitas tomat kurang baik sehingga pasokan yang masuk dari Minahasa dan Minahasa Selatan berkurang,” ungkap Bayu, pada Senin (2/2/2026).
Ia mengatakan, harga komoditas ikan cakalang yang mengalami kenaikan pada bulan Januari 2026 karena kondisi cuaca yang kurang mendukung, menyebabkan aktivitas melaut nelayan terganggu.
Menurut Bayu, kondisi cuaca menyebabkan produksi hasil tangkapan menurun sehingga pasokan ikan ke pasar berkurang.
“Harga komoditas emas perhiasan terus mengalami kenaikan karena mengikuti pergerakan harga
emas global yang mencapai US$ 5.000 per troy ons pada bulan Januari 2026,” ungkapnya.
Sedangkan komoditas yang menahan inflasi antara lain cabai rawit, bawang merah, angkutan udara, cabai merah, telur ayam ras, gaun/terusan wanita, bensin, pengharum cucian/pelembut, bedak, dan daging ayam ras.
Dijelaskan Bayu, pada bulan Januari 2026 harga komoditas cabai rawit mengalami penurunan karena melimpahnya stok akibat musim panen di daerah sentra produksi seperti Minahasa dan Minahasa Utara.
“Ada pula tambahan pasokan cabai rawit dari Gorontalo,” jelasnya.(ian)






