KORANMETRO.COM- Umat Konghucu di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), bersiap menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, tahun 2026.
Mulai hari ini, sejumlah Kelenteng tempat ibadah umat Konghucu, nampak berbenah. Bangunan dicat kembali, pernak-pernik berupa lampion, lampu, hiasan bernuansa Imlek dipasang, menandai kebahagiaan menyambut tahun baru.
Di Kelenteng Kongzi Miao, yang berlokasi di Kawasan Pecinan, Kelurahan Calaca, umat Konghucu menjalankan tradisi cuci arca, pada Sabtu (7/2/2026).
Tradisi cuci arca merupakan salah satu tradisi penting bagi umat Konghucu. Tradisi ini merupakan wujud refleksi iman umat yang penuh pembenahan diri menyambut tahun baru.
Arca-arca dewa-dewi dan orang suci di dalam Kelenteng dikeluarkan, dicuci menggunakan sabun dan sikat. Arca-arca ini berusia puluhan tahun, bahkan ada yang ratusan.
“Jadi intinya ini sudah mau Tahun Baru, jadi biasanya kita itu ada pembersihan tempat ibadah, arca-arca. Jadi intinya seperti tahun baru kan membersihkan dulu rumah, jadi begitu garis besarnya,” ujar Wenshi Pon Riano Baggy, Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Sulut.
Menurut Pon Riano, cuci arca memiliki makna filosofi bahwa umat mulai mempersiapkan diri dengan membersihkan diri dari perbuatan-perbuatan lama.
“Jadi seperti introspeksi diri persiapan ini. Jadi kita juga diingatkan untuk mempersiapkan diri karena itu yang utama,” kata Pon Riano.
Pencucian arca dilakukan oleh umat menggunakan pakaian putih. Sebelum melakukan ritual ini, umat diwajibkan menjalani puasa tidak makan makanan bernyawa seperti daging, ikan, sehari sebelum ritual.
“Intinya untuk kita juga diingatkan untuk membersihkan diri dengan berpakaian putih-putih. Karena hampir sebagian besar kita kalau mau cuci arca begini kita ada berpantang,” kata Pon Riano.(ian)






