KORANMETRO.COM- Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, warga Kampung Jawa-Tondano (Jaton), Kabupaten Minahasa, di Sulawesi Utara, melaksanakan tradisi Pungguan.
Pungguan digelar setiap tahun menjelang bulan suci Ramadan, oleh keturunan Kyai Mojo dan para pengikutnya.
Sehari sebelum bulan Ramadan, warga Jaton akan berziarah sekaligus membersihkan makam sanak keluarga dan leluhur. Ini dilakukan sebagai wujud memaknai bulan puasa, sekaligus momen silaturahmi antar warga Jaton.
Salah satu warga Jaton, Harsono Nurdi, mengungkapkan sehari sebelum puasa masyarakat berbondong-bondong ke makam leluhur untuk membawakan doa arwah juga membersihkan kuburan para leluhur.
“Juga sekaligus memohon keselamatan agar supaya dalam pelaksanaan ibadah puasa itu mendapat lebih banyak berkah dari Allah Subhanahuwataala,” ungkap Harsono.
Usai berziarah ke makam, warga akan melantunkan zikir goibah di makam Kyai Mojo, untuk meminta perlindungan agar dapat menjalankan bulan puasa dengan baik.
“Zikir ini untuk menjaga, ketenangan, keselamatan masyarakat, warga masyarakat Islam yang ada di Jaton, yang ada di Kabupaten Minahasa,” kata salah satu warga Jaton.
Pungguan, sebagai sebuah tradisi keagamaan, diwariskan secara turun-temurun, dan telah menjadi bagian penting dari kehidupan warga Jawa-Tondano di Minahasa.(ian)






