KORANMETRO.COM- Warga Kampung Arab, Kota Manado, Sulawesi Utara, punya penganan unik setiap tiba bulan Ramadan. Namanya Roti Kukus. Dibuat dari campuran tepung terigu, susu-air, telur, dan mentega untuk lapisan luar.
Roti Kukus ini unik. Pasalnya hanya dibuat selama bulan Ramadan oleh warga Kampung Arab.
Berbeda dari roti umumnya, Roti Kukus lebih mirip kue panekuk, yang diberi isian bihun dan ikan cakalang. Penganan ini sering disajikan bersama santan sebagai pelengkap.
Roti Kukus sangat pas disantap sebagai makanan berbuka puasa. Adonan panekuk manis berpadu dengan rasa gurih dari bihun, ikang cakalang, dan santan, membuat hidangan ini terasa berbeda dari hidangan sejenis.
Warga Kampung Arab biasanya membuat hidangan ini untuk dikonsumsi sendiri ataupun dijual melalui kios-kios pedagang takjil. Tak jarang, hidangan ini dijadikan oleh-oleh untuk keluarga yang datang dari luar daerah.
Salah satu warga yang hingga kini masih setia membuat Roti Kukus, adalah Hadidja Langkau.
Hadidja menceritakan, dirinya belajar membuat Roti Kukus dari temannya yang seorang ustad.
“Resepnya dari teman saya ustad. Sampai hari ini tidak pernah ganti resep apa yang beliau berikan, tetap saya ikuti,” ungkap Hadidja, saat ditemui di rumahnya.
Hadidja, ibu dua anak ini mengaku mampu memproduksi 1.000 buah Roti Kukus dari 18-20 kilogram adonan per hari.
Roti Kukus buatan Hadidja, dikirim ke kios-kios pedagang takjil seputaran Kampung Arab untuk dijual. Penganan ini biasa dijual seharga Rp2.500 per pcs.
Perempuan paruh baya ini juga membagikan Roti Kukus buatannya kepada orang-orang yang berpuasa di masjid untuk buka puasa bersama.
“Ya alhamdulillah buat makan dan kita kasih takjil juga di masjid. Tiap hari untuk masjid itu ada 100 pcs, jadi dari 1.000, 100 dibagikan ke masjid, sisanya didistribusi ke penjual-penjual,” kata Hadidjah.(ian)






