KORANMETRO.COM- Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut) mendorong tingkat literasi keuangan masyarakat di pesisir Minahasa Utara (Minut) Sulawesi Utara.
OJK Sulutgomalut bersama Anggota DPR RI Rio Dondokambey, melaksanakan kegiatan Literasi Keuangan di Kawasan Mangrove Park, Desa Darunu, Kecamatan Wori, Minut, pada Kamis (26/2/2026).
Selain warga Darunu, sosialisasi ini juga diikuti warga dari desa-desa pesisir Minut, antara lain Budo, Buloh, Gangga 1, dan Minaesa.
Dalam sosialisasi ini warga diingatkan pentingnya memiliki pemahaman yang cukup terkait literasi keuangan agar warga desa memiliki pola perilaku pengelolaan keuangan yang lebih baik.
“Kita mengedukasi warga desa supaya mereka punya pengetahuan yang cukup tentang apa itu produk dan jasa keuangan,” ungkap Robert.
Katanya, edukasi keuangan sangat penting agar warga desa tidak menjadi korban penipuan atau penawaran investasi ilegal, maupun bunga tinggi oleh rentenir.
“Misalnya para nelayan butuh modal kerja untuk melaut, pinjamnya jangan ke rentenir. Ajukan pembiayaan ke bank-bank, misalnya BSG dan BRI,” ungkapnya.
Robert menambahkan, angka literasi nasional tahun 2024 sudah mencapai 66,46 persen. Sedangkan inklusinya sudah ada di angka 80,51 persen.
“Artinya sudah lebih banyak masyarakat yang menggunakan produk dan layanan keuangan, tapi lebih sedikit yang memahami apa itu risikonya, apa manfaatnya,” jelasnya.
Anggota DPR RI, Rio Dondokambey, mengatakan edukasi literasi keuangan yang dilakukan OJK, diharapkan berdampak secara riil kepada ekonomi masyarakat.
“Tujuan kami dari Komisi XI DPR RI bersama-sama dengan OJK membuat sebanyak mungkin kegiatan seperti ini adalah supaya bapak ibu sekalian tidak tersesat dalam proses permodalan nantinya,” kata Rio.(ian)






