PALU- Memasuki bulan suci yang penuh kemuliaan, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu kembali menebarkan kebermanfaatan melalui program Cahaya Berkah Ramadan.
Kegiatan yang dikemas dalam rangkaian Safari Ramadan 2026 ini diselenggarakan dengan penuh khidmat di lapangan tenis Kantor PLN UP3 Palu, menjadi wujud nyata sinergi antara aspek spiritual dan kepedulian sosial perusahaan.
Safari Ramadan 1447 Hijriah ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum krusial bagi manajemen dan seluruh insan PLN untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, YBM PLN UP3 Palu menyalurkan berbagai bentuk bantuan yang menyasar pilar-pilar sosial di masyarakat.
Bantuan yang diberikan meliputi apresiasi khusus kepada para guru mengaji sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam mendidik karakter generasi muda, pemberian santunan kepada anak-anak yatim, serta pembagian paket bingkisan Ramadan bagi keluarga prasejahtera yang berada di wilayah kerja PLN UP3 Palu.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menekankan bahwa keberadaan PLN harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, tidak hanya melalui keandalan pasokan listrik, tetapi juga melalui kepedulian sosial.
“Safari Ramadan ini adalah jembatan hati antara PLN dan masyarakat. Melalui zakat, infak, dan sedekah dari para pegawai yang dikelola oleh YBM, kami berharap bantuan ini dapat memberikan ketenangan dan kegembiraan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan dalam menjalani ibadah puasa,” ungkap Usman.
Senada dengan hal tersebut, Manager PLN UP3 Palu, Ansar, menegaskan bahwa semangat kepedulian ini merupakan bagian dari budaya kerja perusahaan yang humanis.
“Safari Ramadan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat rasa empati. Kami berharap bantuan ini tidak dilihat dari nilainya, melainkan dari niat tulus untuk saling menguatkan,” tegas Ansar.
Acara yang berlangsung hangat tersebut juga diisi dengan tausiyah agama yang menggugah spiritualitas, mengingatkan seluruh hadirin akan pentingnya rasa syukur dan etos kerja sebagai bagian dari ibadah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan momen buka puasa bersama, di mana seluruh lapisan pegawai dan tamu undangan duduk melingkar dalam suasana kekeluargaan yang kental.(ian)






