Penguatan Kapasitas Komisi Komsos di Kevikepan Tombulu, Diikuti Puluhan Peserta dari 9 Paroki

KORANMETRO.COM – Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Manado menggelar Penguatan Kapasitas Komisi Komsos Paroki se Kevikepan Tombulu pada, Kamis (19/o3/2026). Kegiatan yang diikuti oleh 38 peserta ini digelar di aula Paroki Santo Fransiskus Xaverius Mokupa, Kabupaten Minahasa, Sulut.
“Penguatan Komisi Komsos di Kevikepan Tombulu ini membantu terjalinnya komunikasi dan relasi antara Komisi Komsos Paroki dan Komsos Keuskupan,” ujar Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado, Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr.
Dia mengatakan, kegiatan itu juga dimasudkan agar bisa membantu Uskup Manado di dalam pelayanan komunikasi dan informasi di setiap paroki yang ada khususnya di Kevikepan Tombulu.
Pastor Paroki Santo Fransiskus Xaverius Mokupa, Pastor Dismas Salettia Pr selaku tuan rumah kegiatan itu, menyambut baik kehadiran para peserta. Dia juga mendukung penguatan kapasitas Komisi Komsos yang ada di Kevikepan Tombulu.
“Penguatan Komsos ini sangat berguna bagi pelayan Gereja di tengah-tengah umat yang semakin modern atau di era digital,’’ ujarnya.
Kegiatan pelatihan diawali dengan materi Pengenalan Komisi Komsos dan Manajemen Tim oleh Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado, Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr.
Dalam paparannya, Pastor Made menjelaskan secara detail peran dan fungsi Komisi Komsos, serta bagaimana membangun sebuah tim yang solid.
‘’Pentingnya membangun komunikasi dalam sebuah tim, akan mempermudah tugas-tugas kita. Masing-masing bertanggungjawab dengan tugas yang diberikan,’’ ujarnya.
Selanjutnya sesi pertama diawali dengan materi Jurnalistik; Tekhnik Penulisan Berita yang disampaikan oleh anggota Badan Pengurus Komisi Komsos Keuskupan Manado, Yoseph E Ikanubun.
Dalam materinya, dia menjelaskan tentang berbagai hal terkait dengan berita, mulai dari pengertian berita, jenis, nilai, unsur, dan struktur berita.
‘’Dalam penulisan sebuah berita, unsur 5W+1H wajib ada dalam sebuah berita. Selain itu, kita juga harus memperhatikan nilai berita antara lain penting, dan berdampak bagi publik atau umat,’’ ujar Ikanubun.
Sesi kedua terkait dengan Fotografi disampaikan Vincent Toreh dan Robert Tumuju. Robert banyak memaparkan terkait dengan tekhnik-tekhnik pengambilan gambar, dengan memperhatikan unsur pencahayaan.
Sedangkan Vincent menjelaskan terkait etika pengambilan gambar, khususnya dalam perayaan misa di gereja atau di lokasi lain.
‘’Dalam menjalankan tugas di dalam gereja saat perayaan misa, kita harus tetap menjaga kesakralan ibadah yang sementara berlangsung. Mengambil posisi yang tepat, tidak mengganggu pandangan umat dan menghormati misa,’’ tutur Vincent.
Materi selanjutnya terkait dengan videograsi disampaikan oleh Yohanes Suji dan Sandro. Selain mengenal berbagai jenis kamera, para peserta juga diperkenalkan dengan beberapa tekhnik pengambilan video seperti close up, medium shot, dan lainnya.
Sesi keempat terkait dengan Live Streaming disampaikan oleh Romansa Taasire dan Ando. Mereka memperkenalkan berbagai macam alat seperti kamera, handphone, mixer, kabel, dan lainnya, termasuk masing-masing fungsi alat tersebut dalam pelaksanaan live streaming.
‘’Live streaming ini penting bagi umat yang misalnya tidak bisa mengikuti misa misalnya karena halangan sakit, atau usia lanjut. Jadi ini penting untuk disiapkan oleh Komsos Paroki, dengan memaksimalkan peralatan yang ada,’’ tutur Romansa.
Setelah semua materi secara teoritis disampaikan, para peserta kemudian dibagi dalam 6 kelompok dan diberikan waktu untuk mempraktekan cara menulis berita, mengambil foto, serta membuat sebuah video pendek. Pada bagian akhir, para peserta mempresentasekan hasil karya mereka berupa berita, foto, dan video.
‘’Kami berharap hasil dari pelatihan ini tidak hanya sampai di sini, tapi teman-teman kembali ke paroki masing-masing dan mempraktekan apa yang diperoleh di sini. Outputnya adalah bisa menghasilkan berita, foto dan video terkait kegiatan di paroki masing-masing,’’ papar Pastor Made, saat menutup secara resmi kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 – 19.00 Wita.
Turut hadir dalam kegiatan ini, anggota Badan Pengurus Komisi Komsos Keuskupan Manado yakni Christina Rumajar, Theresia Wulansari, dan Jacky Randang, serta personil lapangan Komisi Komsos Keuskupan Manado. Diketahui, puluhan peserta yang hadir mewakili 9 dari 11 Paroki yang ada di Kevikepan Tombulu.(RAR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan