KORANMETRO.COM- Beberapa Kecamatan di Kota Manado, Sulawesi Utara, akan merayakan Lebaran Ketupat, pada Sabtu (28/3/2026) besok.
Lebaran Ketupat dirayakan pada hari kedelapan bulan Syawal setelah melaksanakan puasa Syawal.
Sesuai namanya, Lebaran Ketupat identik dengan penganan khas ketupat, masakan yang dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa, berbentuk kantong segi empat dan sebagainya, kemudian direbus, dimakan sebagai pengganti nasi.
Momen Lebaran Ketupat biasanya dimanfaatkan sejumlah pedagang musiman yang menjual janur anyaman kulit ketupat.
Di Kota Manado, pedagang musiman ini nampak menjamur di sekitar kawasan Calaca, Dermaga Kalimas, hingga Pasar Bersehati. Pedagang-pedagang ini biasanya berjualan di akhir pekan pada Jumat dan Sabtu.
Dagangannya berupa janur anyaman dari pucuk daun kelapa, sebagai kulit untuk membuat ketupat.
Janur dibeli dari petani kelapa, lalu dianyam membentuk ketupat dengan ukuran bervariasi. Pedagang yang cepat menganyam sanggup memproduksi hingga 1000 kulit ketupat per hari.
Janur anyaman ini kemudian dijual dengan harga bervariasi. Biasanya per 10 buah. Ukuran kecil dijual Rp 7.500, sedangkan ukuran besar Rp 10.000.
Salah satu pedagang, Femina, mengaku bisa menjual dagangan janur kulit ketupat hingga 500 buah per hari. “Kalau lagi ramai pembeli, biasanya omzet sampai Rp1 juta,” ungkapnya.
Selain janur ketupat, pedagang biasanya juga menjual bahan-bahan lain seperti kelapa dan lengkuas. Ada pula yang menjual daun nasi sebagai alternatif pengganti ketupat.(ian)






