KORANMETRO.COM- PT Medika Loka Sulutindo pemilik Klinik Mata Bitung (KMB) mendonasikan dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan demi bisa membantu peserta BPJS Kesehatan melunasi tunggakan iuran.
Dana CSR yang didonasikan mencapai Rp103.031.050. Jumlah tersebut dipakai untuk melunasi tunggakan iuran 177 peserta JKN khusus segmen peserta bukan penerima upah (PBPU) Kelas 3, di Kota Bitung, agar status kepesertaannya aktif kembali.
Adapun penerima bantuan ditentukan oleh pihak BPJS Kesehatan setelah berkoordinasi bersama Pemerintah Kota Bitung melalui dinas terkait.
“Bantuan akan diberikan kepada peserta dengan tunggakan iuran maksimal 24 bulan,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Manado, dr. Betsy Roeroe, usai menyerahkan donasi secara simbolis kepada penerima bantuan, di KMB, pada Kamis (9/4/2026) sore.
Kata dr. Betsy, setelah tunggakan dilunasi melalui CSR, peserta diharapkan rutin membayar iuran setiap bulan agar kepesertaan tetap aktif.
“Kalau tunggakan iuran sudah dilunasi, ke depan peserta harus memastikan status kepesertaan JKN-nya aktif dengan melakukan pembayaran iuran tepat setiap bulan,” jelas dr.Betsy.
Data BPJS Kesehatan mencatat, total PBPU mandiri menunggak di Kota Bitung sebanyak 2.643 jiwa dengan total tunggakan mencapai Rp3.130.027.310. Dari jumlah itu, Kelas 3 sejumlah 1.226 jiwa, dengan tunggakan Rp659.584.250.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bitung, Ivana Umboh, mengungkapkan bahwa telah dilakukan upaya penagihan iuran oleh BPJS Kesehatan berupa telkol, kunjungan ke rumah melalui Kader JKN, cicilan / REHAB.
“Kendala PBPU Mandiri Kelas 3 menunggak adalah ketidakmampuan peserta dalam melakukan pembayaran, disebabkan tunggakan iuran yang sudah menggulung dan cukup besar,” ungkap Ivana.
Sementara itu, Kepala Klinik Mata Bitung, dr Frangky Paparang, bilang pihaknya berkoordinasi dengan Pemkot Bitung berdonasi yang dibagi berdasarkan persentase dari masing-masing kecamatan.
“Semoga apa yang kami berikan ini dapat menjadi berkat juga bagi peserta BPJS Kesehatan yang menunggak, terutama di Kota Bitung,” kata dr. Frangky.(ian)






