KORANMETRO.COM- Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan bahwa pengembangan komoditas kelapa varietas unggulan jadi program utama pemerintah.
Hal ini disampaikan Zulhas kepada awak media usai membuka penyelenggaraan World Coconut Day 2026, di Kota Manado, Kamis (8/10/2026).
Zulhas bilang, kelapa kini jadi komoditas primadona dunia, dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi dari komoditas perkebunan lain.
“Orang sekarang minum-minum kopi enggak pakai susu lagi, sudah pakai kelapa, santen. Itu baik di Tiongkok, ASEAN maupun juga India dan tempat-tempat lain sehingga kelapa menjadi rebutan,” ujarnya.
Kata Zulhas, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kelapa terbesar dunia, namun sayang tanaman kelapa di Indonesia banyak yang sudah tua dan kurang produktif, sehingga pemerintah melalui instansi terkait tengah gencar melakukan pengembangan dan inovasi teknologi pengembangan kelapa varietas unggul untuk menghasilkan kelapa yang produk yang cepat berbuah dan memiliki masa tanam yang pendek.
“Kita harus bergerak cepat, mulai dari pembibitan varietas-varietas baru, karena kalau kelapa dalam lama, bisa 6 sampai 7 tahun. Jadi kita harus punya varietas baru, 3 tahun sudah bisa buah, pendek itu sudah bisa buah dan buahnya juga banyak,” tutur Zulhas.
Ia menjelaskan, percepatan peningkatan daya saing produk perkebunan kelapa, termasuk hilirisasinya, menjadi fokus pemerintah ke depan.
Menurutnya, seiring peningkatan permintaan dari Tiongkok dan negara-negara lain, terutama sebagai bahan pengganti susu, di beberapa tempat sudah mulai dibangun pabrik untuk hilirisasi pengolahan kelapa.
“Tahun 2027 sudah dialokasikan 51.721 hektar untuk perkebunan kelapa, yang tersebar di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah,” ungkapnya.
Di sektor hilir, kata Zulhas, kelapa memiliki potensi nilai tambah setelah diolah menjadi beragam produk. “Nilai ekonomi komoditas kelapa kini lebih tinggi dari komoditas perkebunan lain,” katanya.(ian)






