Sulut Dikepung Kabut Asap, BMKG Imbau Penerbangan dan Transportasi Waspada

KORANMETRO.COM- Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tengah dilanda kabut asap. Beberapa hari terakhir langit di sebagian besar wilayah Sulut terlihat tak jernih seperti biasa. Sejauh mata memandang nampak kabut putih membatasi jarak pandang.

Fenomena kabut asap yang terjadi beberapa hari terakhir dipicu adanya kebakaran hutan, lahan dan pemukiman, mengakibatkan udara menjadi kabur dan penurunan jarak pandang.

Bacaan Lainnya

BMKG Stasiun Klimatologi Sam Ratulangi mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap sebaran asap di Sulut.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sam Ratulangi, Aris Yunatas, mengungkapkan pihaknya memantau potensi sebaran asap di wilayah Sulawesi Utara yang dapat memicu risiko gangguan transportasi dan kesehatan.

“Berdasarkan pantauan dari Citra Satelit sebaran asap wilayah Indonesia berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Papua Selatan,” ujar Aris, Rabu (14/10/2026).

Aris bilang, berdasarkan pantauan dari citra satelit Himawari 9 produk sebaran asap wilayah Indonesia menunjukkan adanya sebaran asap yang meliputi wilayah Sulawesi Utara. “Adanya pergerakan angin dari arah tenggara yang mengakibatkan asap memasuki wilayah kita,” jelasnya.

Fenomena ini, katanya, menyebabkan udara menjadi kabur dan asap di beberapa wilayah seperti di Manado, Bitung, Tomohon, Kotamobagu, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolmong, Bolmong Utara, Bolmong Selatan, Bolmong Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.

Kata Aris, masyarakat, Pemda serta stakeholder penerbangan agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai tindakan antisipasi terjadinya udara kabur dan asap yang menyebabkan terganggunya aktivitas penerbangan dan masyarakat pada umumnya.

“Sehingga dihimbau untuk mewaspadai adanya penurunan jarak pandang, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menuntup jendela saat asap terasa pekat, tidak dengan sengaja membakar lahan hutan, dan memastikan untuk terhidrasi dengan cukup,” katanya.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan