Bupati James Sumendap.
METRO, Ratahan – Berbagai kebijakan bahkan tindakan taktis harus diambil Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), James Sumendap SH guna mengamankan wilayahnya dari ancaman corona virus disease atau Covid19.
Sayangnya, upaya yang menguras waktu, tenaga dan pikiran dari pemilik sapaan akrab JS ini, seakan masih berjalan pincang. Dirinya mengaku menemukan adanya jajaran baik Aparatur sipil negara (ASN) maupun tenaga harian lepas (THL) yang belum mengindahkan instruksinya untuk tinggal di Mitra. “Dari hasil evaluasi, masih banyak ASN dan THL yang setiap hari masuk keluar Mitra karena tidak tinggal di Mitra. Mereka itu benalu yang hanya mengotori Mitra karena tak sadar bisa menjadi pembawa virus corona ke daerah yang kita cintai,” tandas JS.
Warning pun kembali dilayangkan Sumendap. Mencopot jabatan kepala SKPD jadi tindakan pertama yang akan diambil JS jika menemukan masih ada ASN dan THL yang bolak balik kerja alias tidak tinggal di Mitra. “Mulai senin (13 April 2020) saya akan tambah relawan yang bertugas khusus mengawasi ASN dan THL. Kepala SKPD harus perhatikan dan seriusi hal ini. Yang tak mampu membersihkan benalu di kantornya, saya langsung copot dari jabatan,” tegas JS.
Langkah tegas ini diakui JS harus diambilnya guna memaksimalkan penanganan covid 19 di Mitra. “Ini untuk kenyamanan kita bersama. Nanti semua ASN dan THL wajib melaporkan keberadaannya, apakah di kantor, di runah atau tempat kost,” pungkas Sumendap.(ian)






