TRADISI ‘pasiar’ telah lama menjadi salah satu aktivitas sosial yang paling khas dan dinantikan oleh masyarakat Manado, Sulawesi Utara.
Lebih dari sekadar kunjungan biasa, pasiar adalah ritual tahunan untuk mempererat silaturahmi, kekeluargaan, dan kebersamaan, khususnya saat momen-momen istimewa seperti perayaan Natal.
Secara harfiah, pasiar merupakan tradisi saling mengunjungi rumah keluarga, kerabat, maupun kolega.
Tradisi ini dapat dilakukan oleh siapa saja, melintasi batas usia dan profesi. Selama perayaan Natal, tradisi pasiar menjadi semarak. Setiap keluarga akan membuka pintu rumahnya untuk menyambut tetangga, sanak saudara, dan teman-teman.
Dalam tradisi pasiar, tuan rumah menyambut setiap tamu dengan kehangatan khas Manado. Meja-meja akan dipenuhi dengan berbagai hidangan khas Natal yang menggugah selera. Di tengah sajian lezat, perbincangan hangat mengalir, menciptakan suasana kekeluargaan yang akrab dan penuh sukacita.
Tradisi pasiar memiliki peran penting dalam mempererat hubungan, menjaga ikatan batin antar keluarga dan kerabat.
Tips #Cari_Aman untuk Pasiar Menggunakan Sepeda Motor.
Mengingat wilayah Manado yang padat dan tradisi pasiar yang sering melibatkan mobilitas tinggi antarrumah, penting bagi masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan.
Bagi Anda yang memilih menggunakan sepeda motor saat pasiar, instruktur Safety Riding dari Daya Adicipta Wisesa, Andhika Reynold Salindeho, membagikan beberapa tips #Cari_Aman:
1. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima.
Sebelum memulai perjalanan, lakukan pengecekan menyeluruh (P2H) pada sepeda motor Anda.
Pengecekan Kunci: Pastikan lampu (depan, rem, sein), klakson, dan sistem pengereman berfungsi normal.
Ban: Periksa tekanan udara dan kondisi alur ban.
Pemeriksaan ini krusial untuk mencegah kendala teknis yang dapat mengganggu perjalanan dan memicu kecelakaan.
2. Hindari Berkendara dalam Pengaruh Alkohol.
Suasana suka cita pasiar kerap kali melibatkan sajian minuman beralkohol. Ingatlah, berkendara di bawah pengaruh alkohol sangat berbahaya dan dilarang.
Jika Anda mengonsumsi alkohol, jangan langsung berkendara.
Tunggu hingga kondisi tubuh kembali stabil dan efek alkohol mereda sepenuhnya. Utamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.
3. Konsumsi Kuliner dengan Bijak
Variasi kuliner khas Manado yang disajikan memang menggoda. Namun, bijaklah dalam memilih makanan:
Bagi yang memiliki riwayat alergi atau penyakit tertentu, hindari makanan pemicu risiko kesehatan.
Kondisi tubuh yang kurang fit, mual, atau sakit saat berkendara dapat sangat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
4. Kelola Muatan dan Bingkisan dengan Aman.
Saat pamit pulang, tuan rumah sering memberikan bingkisan sebagai tanda kasih.
Pastikan barang bawaan tidak melebihi kapasitas angkut yang diizinkan oleh sepeda motor Anda.
Atur posisi barang agar tidak mengganggu keseimbangan kendaraan atau menghalangi pergerakan serta pandangan Anda saat berkendara.
“Pasiar adalah momen penuh sukacita, dan keselamatan harus tetap menjadi prioritas. Kami mengajak setiap pengendara untuk lebih bijak di jalan, menjaga konsentrasi, serta memastikan diri dan kendaraan selalu dalam kondisi siap. Dengan begitu, kebersamaan yang terjalin bisa dinikmati tanpa risiko,” tutup Andhika Reynold Salindeho.
Dengan menerapkan perilaku berkendara yang aman dan bertanggung jawab, masyarakat Manado dapat menikmati tradisi pasiar yang penuh kehangatan dengan nyaman dan aman, tanpa mengabaikan kewaspadaan. Tetap prioritaskan keselamatan dan terus terapkan prinsip #Cari_Aman dalam setiap perjalanan.(ian/*)






