Jaga Stabilitas Pangan, Minahasa Utara Catat Cadangan Beras Tertinggi di Atas Target Pemprov Sulut

Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung.

KORANMETRO.COM –  Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berhasil melampaui target Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2026. Berdasarkan data Dinas Pangan Sulawesi Utara per 11 Februari 2026, cadangan beras daerah Minahasa Utara mencapai 19,80 ton atau 125,3 persen dari target provinsi sebesar 15 ton.

Capaian tersebut menempatkan Minahasa Utara dalam kategori aman untuk memenuhi kebutuhan cadangan pangan masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi berbagai kondisi darurat. Ketersediaan stok beras yang berada di atas target dinilai menjadi indikator positif ketahanan pangan daerah di tengah tantangan distribusi dan potensi gangguan pasokan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pangan Minahasa Utara, Asriyadi Lalompoh, mengatakan cadangan beras yang tersedia saat ini mampu menjadi instrumen penting untuk mengantisipasi berbagai situasi, mulai dari bencana alam hingga kemungkinan terjadinya kelangkaan pangan di masa mendatang.

“Secara persentase cadangan beras Minut mencapai 125,3 persen melampaui target Pemprov Sulut 100 persen atau sebanyak 15 ton. Dari cadangan beras Minut saat ini sebanyak 19,80 ton dapat mengantisipasi kondisi darurat seperti bencana alam, gangguan distribusi, maupun potensi kekurangan pasokan pangan di tahun 2026,” ujar Asriyadi.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat, tetapi juga mencerminkan hasil sinergi antara pemerintah daerah, petani, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat sektor pangan di Minahasa Utara. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pasokan dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

“Ini bukti komitmen pak Bupati bersama Wakil Bupati dalam menjaga stabilitas pasokan dan cadangan beras agar tetap berada pada level yang aman guna mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Asriyadi.(RAR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan