oleh

PersMin Kecam Penginjakan Waruga Di Benteng Moraya

Waruga merupakan kuburan leluhur harusnya dijaga dan dihormati

METRO, Tondano – Komunitas Jurnalis yang tergabung dalam Pers Minahasa (PersMin) mengecam adanya aksi penginjakan situs bersejarah berupa kuburan Waruga di kawasan Benteng Moraya Tondano.
“Ini adalah tindakan yang melecehkan nilai budaya dan sejarah Minahasa,” kecam Ketua PersMin Kelly Korengkeng.
Bahkan menurutnya aksi penginjakan itu sengaja disebarkan dengan video melalui Media Sosial secara langsung. Uniknya ada pejabat yang merupakan pimpinan instansi terkait soal budaya memberikan respon baik dalam tanyangan itu.
“Bukannya melarang malahan oknum Kepala Dinas itu merespon baik seakan tak masalah,” kata Korengkeng.
Karena dikatakannya oknum pejabat itu dan instansinya melakukan hal yang bisa merusak situs sejarah tersebut. Bukan hanya memindahkan waruga ke Benteng Moraya seakan untuk pencitraan belaka.
Hal senada ditegaskan Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Sulut Lefrando Gosal. Menurutnya situs seperti itu seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Bukan hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pencitraan saja.
“Pemerintah harus mengambil tindakan akan masalah ini, jangan hanya diam saja. Karena tindakan ini sama saja dengan melecehkan nilai budaya sendiri,” tambah Gosal.
Bukan saja itu, dirinya meminta kepada instansi terkait untuk mengamankan dan mengawasi kawasan waruga tersebut. Sehingga nantinya pengunjung benteng moraya tak semaunya melakukan tindakan di sekitaran waruga.
Disayangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Augustivo Tumundo ketika dikonfirmasi tadi malam enggan untuk memberikan keterangannya.

Penulis: Marcelino