KORANMETRO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui program Transformasi Pendidikan 2026 yang melibatkan 548 kepala sekolah dan guru dari berbagai jenjang pendidikan. Kegiatan yang digelar selama lima hari di Auditorium BPMP Sulawesi Utara ini difokuskan pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi di sekolah.
Peserta kegiatan terdiri dari 19 tenaga pendidik jenjang TK, 382 guru dan kepala sekolah SD, serta 147 peserta dari SMP. Program ini menghadirkan narasumber dari lintas instansi, mulai dari Dinas Pendidikan, Bappeda, Inspektorat, BKAD hingga Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara untuk memperkuat kualitas perencanaan pendidikan berbasis data.
Ketua panitia, Jofieta N. Supit, menjelaskan kegiatan tersebut dirancang agar para pendidik mampu menerapkan metode pembelajaran yang lebih efektif di ruang kelas. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para kepala sekolah dan guru mampu menguasai serta menerapkan metode dan pemodelan pembelajaran yang tepat. Dengan begitu, kompetensi literasi dan numerasi peserta didik dapat meningkat secara signifikan, yang nantinya akan tercermin pada Raport Pendidikan daerah,” ujarnya.
Mewakili Bupati Joune Ganda, Asisten III Setda Minahasa Utara Jossy C. Kawengian menegaskan bahwa transformasi pendidikan harus ditopang dengan penggunaan data yang akurat dalam pengambilan kebijakan. Menurutnya, peningkatan kualitas literasi dan numerasi menjadi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah, bukan hanya Dinas Pendidikan.
“Kita harus menjadikan data Rapor Pendidikan sebagai kompas utama. Melalui acuan data yang akurat, kita bisa memetakan dan mendiagnosa dengan tepat wilayah mana saja yang memerlukan intervensi cepat, khususnya pada dua kompetensi dasar yang sangat krusial, yaitu literasi dan numerasi,” ujar Jossy saat membacakan sambutan tertulis Bupati.
Kepala BPMP Sulawesi Utara, Febry H.J Dien, mengapresiasi langkah cepat Pemkab Minahasa Utara dalam merespons rekomendasi Kementerian terkait peningkatan mutu pendidikan. Ia menilai tingginya jumlah peserta menunjukkan kuatnya komitmen daerah dalam menciptakan pendidikan yang lebih berkualitas dan merata.(RAR)






