oleh

Mantan Legislator Sulut Resmi Tersangka dan Langsung di Tahan

banner 1050236

Terkait Tambang Tanpa Izin

METRO, Sangihe- Pihak Kepolisian Polres Kabupaten Sangihe akhirnya resmi menetapkan mantan Legislator Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) MDM alias Dicky sebagai tersangka dugaan tindak pidana usaha penambangan tanpa izin.

Selain ditetapkan sebagai tersangka, pihak Polres Sangihe langsung melakukan penangkapan dan penahanan terhadap MDM di bawah pimpinan Kasat Reskrim AKP Angga Maulana SIK yang dilakukan oleh Kanit 1 Tipidkor IPDA Rofly Saribatian di kediamannya di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Hal ini dibenarkan Kapolres Sangihe, AKBP Tony Budhi Susetyo SIK saat dikonformasi harian ini, Senin malam di kediamannya. Dijelaskan Kpolres, kronologis penangkapan dan penahanan terhadap MDM berawal pada hari Sabtu tanggal 18 Juli 2020 sekira pukul 08.30 Wita.

Dimana waktu itu, Tim mendapatkan info bahwa MDM berada di rumahnya di Kelurahan Kaoodan Kecamatan Madidir Kota Bitung, sehingga dasar itu maka Tim mendatangi rumah tersangka dan menemukan tersangka sedang berada dalam rumahnya tepat pukul 11.00 Wita kemudian Tim langsung melakukan penangkapan dan selanjutnya tersangka di bawah di Polres Bitung untuk dilakukan pemeriksaan, selesai pemeriksaan sekitar pukul 18.00 Wita tersangka (MDM) langsung ditahan di Polres Bitung dan pada hari Senin tanggal 20 Juli 2020, terhadap tersangka dilakukan pemindahan tempat penahanan ke Polres Sangihe.

“Jadi memang benar telah dilakukan penahanan terhadap MDM sejak Sabtu di titip di Polres Bitung dan kemudian pada hari senin dilakukan pemindahan ke Polres Sangihe. dimana tersangka tiba di Pelabuhan Tahuna setelah menempuh perjalanan menggunakan kapal cepat dari pelabuhan Manado bersama Tim penyidik Polres,” ujar Susetyo.

Lanjutnya, tersangka MDM di sangka melanggar pasal 158 Subs Pasal 160 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-2e KUHP Jo Pasal 56 ke-2e KUHP.

“Adapun Tindakan Yang Telah Dilakukan, 1. Membuat Mindik Penangkapan dan Penahanan, 2. Melakukan Penangkapan terhadap tersangka yang berada dirumahnya, 3 Melakukan Pemeriksaan terhadap Tersangka, 4. Melakukan Penahanan terhadap Tersangka di Rutan Polres Bitung, 5 Melakukan Pemindahan Penahanan Tersangka dari Rutan Polres Bitung ke Rutan Polres Kepulauan Sangihe dengan menggunakan Kapal Majestic Kawanua,” tegasnya.

Sementara dari pantauan harian ini di Mapolres Sangihe, MDM kini harus menginap di balik jeruji besi milik Polres Sangihe. (iw,N)