BSU Disalurkan, BPJAMSOSTEK Manado: September Batas Akhir Masukkan Data

METRO, Manado- Komitmen pemerintah dalam memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) ditunaikan kemarin, Kamis (27/8).

Dilaksanakan secara virtual, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menerima para perwakilan pekerja di Istana Negara dan memberikan BSU gelombang pertama untuk 2,5 juta pekerja secara simbolis.

Bacaan Lainnya

BSU ini diterima oleh 20 orang perwakilan dari pekerja kategori Penerima Upah (PU, dan juga secara live streaming bersama 495 perwakilan pekerja dari seluruh Indonesia.

Di Sulawesi Utara, BSU diterima secara simbolis oleh empat orang perwakilan pekerja dari berbagai latar belakang pekerjaan, di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, disaksikan langsung oleh Kepala BPJS

Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Manado, Hendryanto dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Erny Tumundo.

Dijelaskan Hendrayanto, syarat utama penerima BSU yakni pekerja dengan gaji dibawah Rp 5 juta, bukan aparatur sipil negara dan bukan pegawai BUMN. “Tenaga kerja di perusahaan yang menunggak iuran tetap berhak menerima BSU,” ujarnya.

Data yang diperoleh METRO mencatat, di Sulawesi Utara ada 75.626 orang tenaga kerja yang telah memasukan berkas rekeningnya, dan sudah tervalidasi sekitar 64.596 tenaga kerja. “Batas waktu memasukkan data hingga bulan September. Kami berusaha seoptimal mungkin untuk mengumpulkan data pekerja di Sulawesi Utara. Kendalanya banyak pekerja yang belum memiliki nomor rekening,” kata Hendrayanto.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Agus Susanto mengatakan 2,5 juta pekerja ini merupakan gelombang pertama dari total 10,8 juta nomor rekening yang sudah tervalidasi oleh BPJAMSOSTEK. Gelombang

berikutnya untuk transfer dana BSU akan segera dilakukan secara bertahap hingga seluruh rekening pekerja yang telah tervalidasi bisa menerima haknya.

“Kami tidak henti-hentinya mengimbau kepada perusahaan untuk menyerahkan data terkini para pekerja yang mencakup nomor rekening aktif atas nama pekerja. Begitu pula dengan nomor rekening yang tidak

valid, kami kembalikan kepada perusahaan untuk dikonfirmasi kembali kepada pekerjanya dan akan kami lakukan validasi ulang,” tutur Agus.

“Seperti kami sampaikan sebelumnya, agar BSU ini tepat sasaran, kami melakukan validasi berlapis sebanyak 3 tahap,” tambahnya.

Sampai dengan Rabu, (26/8), total nomor rekening yang diterima BPJAMSOSTEK mencapai 13,8 juta. Dari jumlah tersebut data nomor rekening tervalidasi mencapai 10,8 juta data.
“Terkait dengan proses validasi yang cukup detail ini, kami minta kepada perusahaan untuk segera, baik yang belum mengirimkan maupun yang melakukan konfirmasi ulang, agar mengirimkan kepada kami paling lambat tanggal 31 Agustus 2020,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan belanja rumah tangga para pekerja. “Bantuan gaji ini diberikan kepada pekerja pada perusahaan yang tertib, yang rajin membayar iuran BPJAMSOSTEK setiap bulannya. Artinya ini kita berikan sebagai sebuah penghargaan, reward kepada para pekerja dan perusahaan yang patuh, selalu membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Jokowi.

“Kita harapkan ini tahap awal 2,5 juta pekerja, dan sisanya sampai 15,7 juta selesai di bulan September mendatang,” tambahnya.(71)

Pos terkait