Aksi PNS dan THL Minut mempertanyakan TKD dan honor yang belum dibayar.
METRO, Airmadidi – Ratusan pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga harian lepas (THL) lingkup Pemkab Minahasa Utara mewakili ribuan rekan mereka mendesak agar tunjangan kinerja daerah (TKD) dan honor untuk sehera dibayar.
Rabu (18/11/2020) kemarin ratusan PNS dan THL mewakili ribuan rekan-rekan mereka usai menggelar bersih-bersih di perkantoran Pemkab mempertanyakan kepada Sekda Ir Jemmy H Kuhu terkait nasib mereka yang belum juga menerima TKD sejak September. Bahkan honor THL ada yang belum terima sejak Juni.
“Kita mempertanyakan ini langsung ke pak Sekda yang juga Ketua TAPD. Karena kami melihat Badan Keuangan berjalan sendiri. Ini masalah isi perut manusia dan tidak bisa ditunda, jadi kami harap ada kejelasan. Mari teman-teman kita berjuang bersama jangan hanya berani bicara di belakang,” tukas Plt Kadis Tenaga Kerja Marthen Sumampouw saat memimpin aksi itu bersama Sekretaris BPBD Hanny Kumontoy.

Sekda yang ditemui di Kantor Bapelitbang mengingatkan bahwa sebagai ASN harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Kuhu kemudian menjelaskan proses APBD Perubahan yang angka-angkanya sudah disampaikan ke DPRD Minut dan kini telah di Pemprov Sulut untuk mendapatkan nomor. “Saya sebagai Ketua TPAD juga sudah mendesak anggota termasuk kepada sekretaris yaitu Kaban Keuangan untuk serius dan mempercepat karena ini kebutuhan banyak orang dan mendesak. Mari kita bersabar, dan saya beri apresiasi ke rekan-rekan menyampaikan ini secara damai,” tukas Kuhu.
Selanjutnya PNS dan THL bersama Sekda menuju Badan Keuangan untuk mempertanyakan hal tersebut. Di Badan Keuangan, aksi damai itu diterima Kaban Keuangan Petrus Macarau didampingi Sekretaris Keuangan Jimmy Wenas. Macarau kemudian menjelaskan soal keterlambatan penyesuaian APBD Perubahan tersebut.
“Kenapa kita terlambat, ternyata kita ada pengurangan Rp8 miliar. Sehingga TAPD harus mengurangi sejumlah anggaran. Untuk TKD dan honor THL
akan dibayarkan sampai Oktober tapi jika tidak terbayar maka akan diberikan tahun depan,” ungkap Macarau.
Sumampouw dan Kumontoy kemudian mendesak Kaban Keuangan untuk memberi kepastian soal pembayaran TKD dan honor THL tersebut. “Kita akan menunggu, tapi lebih cepat lebih baik dicairkan. Jadi kepastiannya kapan?,” tegas Sumampouw.
Menurut Macarau, kalau APBD sudah dapat nomor di Provinsi maka prosesnya sekarang penginputan angka-angka. “Kalau sudah tuntas, minggu ini juga dibayar. Kalau tuntas minggu depan, maka dibayar minggu depan,” tukas Kaban Keuangan.
Menurut Sumampouw pihaknya akan terus mendesak agar TKD dan THL segera dibayarkan.(RAR)






