KPID Sulut Gelar Literasi Media Pelajar di Kabupaten Sitaro

>> Pembukaan acara literasi media yang diselenggarakan KPID Sulut di Sitaro.
>> Pembukaan acara literasi media yang diselenggarakan KPID Sulut di Sitaro.

METRO, Sitaro- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Utara menggelar literasi media bagi para pelajar yang ada di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Jumat (28/05). Acara yang berlangsung di aula SMA Negeri 1 Siau Barat itu menghadirkan para Komisioner KPID Sulut serta puluhan pelajar sebagai peserta.

Dalam pengantarnya, Ketua KPID Sulut Reidy Sumuel mengatakan, di tengah era digitalisasi yang serba modern seperti saat ini, tidak ada lagi daerah atau masyarakat yang terpencil dan terisolir dari segi informasi ketika bisa mengakses jaringan internet.

Bacaan Lainnya

“Itu persoalan geografis. Tapi persoalan informasi, dengan adanya jaringan internet, tidak akan ada batas lagi. Anda ada di Siau Barat sama aja ketika anda ada di Jakarta, di Singapura atau di Manado. Tidak ada batas lagi,” kata Sumuel.

Dalam prakteknya, lanjut Sumual, masyarakat banyak disibukan dengan menggunakan smartphone yang menyajikan banyak informasi karena adanya jaringan internet. “Ketika di meja makan anda tidak lagi bercengkrama dengan orang tua, atau dengan kakak adik. Yang anda pegang adalah smartphone, sekali lagi tidak ada batasan lagi,” lanjutnya. Ia pun mengutip apa yang disampaikan Bupati Sitaro Evangelian Sasingen tentang Yin dan Yang.

Di mana satu bagian putih terdapat titik hitam. Begitu pun sebaliknya, satu bagian hitam ada titik putihnya. “Setiap penyajian internet, pasti ada buruk dan baiknya. Nah, bagaimana kita memilih dan memilah dampak buruk dan baiknya, perlu ada pembelajaran,” jelas Sumuel.

“Untuk itu, pada kesempatan siang ini akan ada materi yang menuntun adik-adik untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,” timpalnya. Sementara itu, Bupati Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen yang membuka langsung acara literasi media ini menyambut baik dan mengapresiasi program dari KPID Sulawesi Utara itu. “Ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi generasi bangsa, khususnya anak-anak kita di Sitaro dalam hal mengakses informasi dari media apapun,” kata bupati. Dia berharap, lewat kegiatan tersebut, para pelajar dapat memperoleh pemahaman tentang dampak positif dan negatif dari penyajian informasi yang diakses melalui jaringan internet.

“Jadi, mari kita ikuti literasi media ini dengan baik agar supaya kita bisa mendapatkan wawasan dalam menggunakan internet,” ujar Sasingen. Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Sulut, Pengasihan Amisan menjelaskan tujuan diadakannya literasi media di berbagai tempat termasuk di Kabupaten Sitaro, yakni untuk memberikan pemahaman dan kesadaran bagi generasi muda tentang penggunaan konten lewat jaringan internet. “Kami coba memberikan kesadaran kepada generasi muda sebagai masa depan penerus daerah, bangsa dan negara untuk bisa memilih, mana konten yang bermanfaat bagi mereka dan yang tidak bermanfaat,” jelas Amisan.

Dalam kapasitas sebagai lembaga pengawas konten, KPID tidak bisa mengawasi konten-konten pada media sosial seperti Facebook, YouTube dan sebagainya. Sebab, kewenangan KPID hanya sebatas pengawasan pada lembaga penyiaran televisi, radio maupun lembaga penyiaran berlangganan lainnya dengan upaya proteksi. “Makanya kami mendorong siswa dan generasi muda untuk sejak dini dari pribadinya sudah memproteksi diri agar tidak mengakses konten-konten yang tidak bermanfaat,” sebutnya. Di samping Komisioner KPID Sulut, tampil pula sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sitaro.(86)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan