Jokowi Instrusikasin Vaksin Covid-19 Jangan Distok

>> Presiden Joko Widodo.
>> Presiden Joko Widodo.

METRO, Jakarta- Presiden Joko Widodo menegaskan agar vaksin Covid-19 langsung disuntikan kepada masyarakat dan jangan distok. Karena kecepatan vaksinasi merupakan kunci penanganan Covid-19.

“Jangan biarkan vaksin itu berhenti sehari-dua hari, langsung suntikkan kepada masyarakat. Habis, minta (ke pemerintah) pusat lagi,” tegas Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) terkait evaluasi perkembangan dan tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Sabtu, (07/08) lalu.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan kepala daerah untuk tidak menyisakan stok vaksin. Presiden menginstruksikan semua pimpinan daerah untuk segera menghabiskan vaksin yang ada.

“Jangan ada stok vaksin terlalu lama, baik di Dinkes maupun di rumah sakit dan puskesmas. Perintahkan segera semua, segera suntikkan,” tegas Jokowi. “Kecepatan ini juga akan memberikan proteksi pada rakyat kita. Akan saya ikuti terus, angka-angka harian ini,” sebut Jokowi.

Presiden juga memerintahkan kepada Panglima TNI, Kapolri, untuk betul-betul mengingatkan selalu kepada Pangdam, Kapolda, dan Danrem, Dandim, Kapolres untuk secara cepat merespons.

Presiden menyoroti lima provinsi dengan kenaikan kasus paling tinggi per tanggal 5 Agustus 2021, yaitu Kalimantan Timur dengan 22.529 kasus aktif, Sumatera Utara dengan 21.876 kasus aktif, Papua dengan 14.989 kasus aktif, Sumatera Barat dengan 14.496 kasus aktif, dan Riau dengan 13.958 kasus aktif.

“Hati-hati, ini selalu naik dan turun, dan, yang perlu hati-hati, NTT. NTT hati-hati. Saya lihat dalam seminggu kemarin, tanggal 1 Agustus, NTT itu masih 886 (kasus aktif), tanggal 1 Agustus. (Tanggal) 2 Agustus, 410 kasus baru,” kata Jokowi “Tanggal 3 (Agustus) 608 kasus baru. Tanggal 4 (Agustus) 530 (kasus baru). Tetapi lihat di tanggal 6 (Agustus) kemarin, 3.598 (kasus baru). Angka-angka seperti ini harus direspons secara cepat,” tukasnya.

“Kalau sudah kasusnya gede seperti itu, mobilitas masyarakat harus direm. Yang pertama yang paling penting, ini Gubernur semua harus tahu, Pangdam, Kapolda, semua harus tahu. Artinya mobilitas manusianya yang direm. Paling tidak dua minggu,” ucap Jokowi. Kedua, Presiden meminta Panglima TNI untuk menggencarkan pengetesan dan penelusuran atau testing dan tracing sehingga mereka yang kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi positif bisa segera ditemukan dan dipisahkan sehingga kasus Covid-19 tidak menyebar luas.

Ketiga, Presiden menginstruksikan agar para pasien positif Covid-19 segera dibawa ke tempat isolasi terpusat (isoter). Untuk itu, Presiden meminta kepala daerah baik gubernur, bupati, maupun wali kota untuk menyiapkan tempat-tempat isolasi terpusat di daerahnya masing-masing dengan memanfaatkan fasilitas umum seperti gedung olah raga, balai, hingga sekolah. “Saya minta Menteri PUPR juga membantu daerah dalam rangka penyiapan isoter ini. Terutama di daerah-daerah yang tadi saya sebutkan yang segera harus merespons dari angka-angka yang ada,” tandas Jokowi.(kcm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan