Tak Terima Ditegur, Warga Kiama Tega Aniaya Istri sendiri Dengan Parang

METRO, Talaud- Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) pada Rabu (12/01/2022) pagi. kembali terjadi di Kabupaten kepulauan Talaud tepatnya di Desa Kiama Maredaren, Kecamatan Melonguane, Rabu (12/1).

Yang menjadi aktor utama sebagai tersangka adalah lelaki berinisial MM alias Nue (38) serta korban adalah istrinya berinisial AM alias Nina (35). Akibat perlakuan suami yang sudah dikuasai miras itu korban AM harus mendapatkan perawatan di RSUD Talaud karena Leher Bagian Belakang robek.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Melonguane Ipda Glenn Ch. Damar membenarkan adanya kejadian tersebut. Kronologis Kejadian yakni Pada hari Rabu (12/1) sekira Pukul 07.00 Wita tersangka bangun langsung menuju meja makan untuk sarapan. Sementara Tersangka sarapan, isterinya atau korban saat itu menegur tersangka dengan Kalimat “Ngana tadi malam ba Mabo, bangun langsung makan”.

” Mendengar kalimat tersebut tersangka yang masih dalam pengaruh minuman keras langsung terlibat cekcok adu mulut dengan Korban, ” kata Kapolsek Melonguane.

Lebih jauh diungkapkan Kapolsek, saat cekcok tersebut tersangka melihat sebilah parang yang berada di atas meja dan langsung mengambil sebilah parang tersebut kemudian menuju istrinya yang saat itu berada bagian depan rumah tepatnya di bengkel kemudian menampar korban hingga jatuh. Saat korban jatuh tersangka langsung memegang kerah baju bagian belakang dan menghantam sebilah parang ke kepala bagian belakang dengan posisi parang bagian belakang parang/bagian yang tumpul dari parang. Kemudian Korban langsung melarikan diri.

“Saat ini korban sedang di rawat di RSUD Talaud Mala karena mengalami luka robek pada kepala bagian belakang,” ungkap Kapolsek Damar.

Untuk saat ini tersangka sudah diamankan personil dari Polsek Melonguane bersama barang barang bukti dan menyerahkan twersangka ke Polres Kepulauan Talaud untuk Proses Hukum lebih lanjut.(tr-69)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan