Rawan Sajam, Dalam Sepekan Dua Warga Manado Tewas Ditikam

Foto ilustrasi.

KORANMETRO.COM- Dalam kurun waktu satu minggu, warga Kota Manado dihebohkan dengan dua kasus pembunuhan yang menewaskan seorang remaja di Mahakeret Barat, dan pria berprofesi pelaut, di Singkil.

Kasus pertama terjadi Kelurahan Mahakeret Barat. Remaja berinisial GB (13), meregang nyawa usai cekcok saat asyik menikmati Miras bersama dengan pelaku.

Sebelum kejadian, korban dan  pelaku sempat mengonsumsi minuman keras (Miras) bersama. Saat asyik menikmati Miras, korban dan pelaku diduga cekcok, sehingga terlibat perselisihan.

“Berawal dari kumpul-kumpul dan minuman minuman beralkohol, kemudian terjadilah kesalahpahaman antara pelaku dengan korban,” ujar AKP Elwin Kristanto, Kasat Reskrim Polresta Manado.

Elwin bilang, saat korban hendak menaiki kendaraan, pelaku mengejar dan menikam korban di punggung sebelah kiri. Akibatnya, GB tewas karena menderita luka tusuk di punggung.

Belum habis keterkejutan dengan kasus pembunuhan di Mahakeret Barat, warga Kota Manado kembali dihebohkan kematian seorang pelaut di Pancurang, Singkil.

Peristiwa ini bermula saat hajatan pesta nikah di Kampung Pancurang, Singkil, Kota Manado, pada Selasa (27/1/2026) dini hari pukul 02.30 Wita.

Empat pria berinisial ML, E, K, dan FJM terlibat perkelahian saat pesta berlangsung. Akibatnya, FJM meregang nyawa di rumah sakit usai terkena tikaman pisau badik.

Pertikaian bermula saat korban FJM menegur salah satu pria yang diduga membawa Sajam.

Akibat penikaman tersebut, FJM yang berprofesi sebagai pelaut, menderita luka di bagian dada kiri dan kanan, serta area vital.

Korban yang bersimbah darah langsung dilarikan warga ke rumah sakit, namun sayang, nyawa korban tidak tertolong.

Dua peristiwa ini menjadi sinyal awas bagi semua warga, bahwa Kota Manado tergolong rawan penggunaan senjata tajam.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan